KONSEP DASAR MANAJEMEN STRATEGIK
BAB 1
PENDAHULUAN
Esensi Konsep Strategi
Proses manajemen strategik pada kenyataannya
dapat dijabarkan sebagai manajemen keunggulan persaingan, yaitu proses
mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengambil keunggulan pada bidang-bidang
bisnis tertentu sehingga keunggulan bisnis yang berkelanjutan dan nyata bisa
didapatkan.
Adapun perencanaan strategik atau strategic
business planning merupakan pendekatan secara teratur dan pragmatis yang
dapat digunakan organisasi, baik oleh pemerintah maupun swasta dalam pembuatan
keputusan saat ini untuk masa depan. Strategic business planning adalah
proses pengkajian diri, setting tujuan, pengembangan strategi, dan
monitor kerja. Ringkasnya perencanaan bisnis strategik ini akan melahirkan
fokus yang akan menuntun organisasi dari sekarang sampai keadaan yang
ditargetkan untuk masa depan.
Mengimplementasikan Strategi
a. Sistem Pengendalian Manajemen
Sistem pengendalian manajemen merupakan alat untuk
mengimplementasikan strategi. Strategi yang berbeda memerlukan prioritas tugas
berbeda, faktor penentu keberhasilan yang berbeda, keterampilan, perspektif,
dan prilaku yang berbeda pula. Hal yang perlu diperhatikan dalam desain sistem
pengendalian adalah perilaku yang didorong oleh sistem tersebut merupakan
perilaku yang diperlukan oleh suatu stretegi atau tidak.
b. Tujuan Organisasi/Perusahaan
Tujuan organisasi/perusahaan ditentukan oleh pemimpin
manajemen puncak (Chief Executive Officer- CEO) perusahaan yang
bersangkutan, dengan mempertimbangan nasihat yang diberikan manajer, senior
lainnya, dan diratifikasikan oleh dewan direksi. Tujuan perusahaan dirancang
oleh para pendirinya serta berlaku untuk generasi selanjutnya.
BAB 2
KONSEP MANAJEMEN STRATEGIK
Hakikat Manajemen Strategik
Pada hakikatnya, manajemen strategik adalah proses
pengambilan keputusan dan tindakan yang mengarah pada pengembangan strategi
yang efektif atau yang membantu perusahaan mencapai tujuannya. Dengan demikian,
ada dua hal yang dapat disimpulkan, yaitu sbb:
1. Manajemen strategik tediri atas tiga proses:
a. Pembuatan strategi, meliputi pengembangan visi
dan tujuan jangka panjang, mengidentifikasikan peluang dan ancaman, serta
kekuatan dan kelemahan perusahaan
b. Penerapan strategi, meliputi penentuan sasaran
operasional tahunan, kebijakan organisasi, pemotivasiaan anggota dan
pengalokasia sumber daya
c. Evaluasi/kontrol strategi, meliputi
memonitoring seluruh hasil pembuatan dan penerapan strategi.
2. Peran manajemen strategik: meraih tujuan yang
diinginkan oleh suatu perusahaan.
Fungsi, Tujuan dan Manfaat Manajemen Strategik
1. Fungsi Manajemen Strategik dibagi menjadi
empat, yaitu sbb:
a. Perencanaan (planning), yaitu proses
kegiatan memikirkan hal yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki dan
menentukan prioritas ke depan agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan organisasi.
b. Pengorganisasian (organizing), yaitu proses penyusunan
pembagian kerja dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan
orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
c. Pengarahan (directing), yaitu tindakan
untuk semua agar anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan
perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi
d. Pengevaluasian (evaluating), yaitu
proses pengawsan dan pengendalian untuk memastikan bahwa jalannya organisasi
sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan.
2. Tujuan manajemen strategik:
a. Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang
dipilih secara efektif dan efesien.
b. Mengeveluasi kinerja, meninjau dan mengkaji
ulang situasi serta melakukan berbagai penyesuaian dan koreksi jika terdapat
penyimpangan dalam pelaksanaan strategi.
c. Memperbaharui strategi yang dirumuskan agar
sesuai dengan perkembangan lingkungan
eksternal
d. Meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang,
ancaman bisnis
e. Melakukan inovasi produk agar selalu sesuai
dengan selera konsumen
3. Manfaat manajemen strategik
a. Membantu organisasi membuat strategi yang
lebih sistematis, logis, rasional, pada pilihan strategik
b. Merupakan sebuah proses, bukan keputusan atau
dokumen
c. Proses pemberdayaan individual
d. Mendatangkan laba
e. Meningkatkan kesadaran ancaman eksternal
f. Pemahaman yang lebih baik mengenai stategi
pesaing
g. Meningkatnya produktivitas karyawan
h. Berkurangnya penolakan terhadap perubahan
i. Pemahaman yang mendalam mengenai hubungan
prestasi penghargaan
Konsep Dasar Manajemen Strategik
1. Kedudukan Dan Pentingnya Manajemen Strategik
Beberapa alasan utama pentingnya peranan manajemen
strategik bagi perusahaan atau organisasi, yaitu:
a. Memberi arah jangka panjang yang akan dituju
b. Membantu peruusahaan atau organisasi
beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi
c. Membuat suatu perusahaan atau organisasi
menjadi lebih aktif
d. Mengidentifikasikan keunggulan komparatif
suatu perusahaan atau organisasi di lingkungan yang senakin beresiko
e. Akitivitas yang tumpang tindih akan dikurangi
f. Keengganan untuk berubah dari karyawan lama
dapat dikurangi
g. Keterlibatan karyawan dalam perubahan strategi
lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya
h. Kegiatan pembuatan strategi akan mempertinggi
kemampuan perusahaan atau organisasi untuk mencegah munculnya masalah pada masa
mendatang
2. Elemen dasar manajemen strategik
Konsep dasar proses manajemen strategik melitputi empat
elemen dasar, yaitu:
a. Pengamatan lingkungan (environmental
scanning) meliputi monitoring, evaluasi, dan mengumpulkan informasi dari
lingkungan eksternal dan internal dengan tujuan menentukan masa depan
perusahaan. Upaya yang paling sederhana adalah malakukan analisi SWOT. SWOT
adalah kependekan dari strengths (kekuatan), waeknesses
(kelemahan), oppotunities (peluang), dan threats (tantangan) yang
merupakan faktor strategik perusahaan.
b. Formulasi strategi (strategy formulation)
adalah mengembangkan rencana jangka panjang untuk mengelola secara efektif apa
yang telah dianalisis. Formulasi strategi mencakup kegiatan:
1) Misi organisasi adalah tujuan atau alasan berdirinya
suatu organisasi
2) Tujuan merupakan hasil akhir aktivitas
perencanaan
3) Strategi perusahaan merupakan rumusan
perencanaan komperehensif tentang cara perusahaan akan mencapai misi dan
tujuannya.
4) Kebijakan menyediakan pedoman luas untuk pengambilan
keputusan organisasi secara keseluruhan.
c. Implementasi strategi (strategy
implementation), yaitu proses manajemen mewujudkan strategi dan kebijakan
dalam dalam tindakan melalui:
1) Program melibatkan restrukturisasi perusahaan,
perubahan budaya internal perusahaan atau awal dari usaha penelitian baru
2) Anggaran, yaitu program yang dinyatakan dalam
bentuk satuan uang, dengan memperinci biaya untuk setiap program
3) Prosedur, sering disebut dengan standard
operating procedures (SOP) yaitu sistem langkah-langkah atau tehnik-tehnik
yang berurutan menggambarkan secara terperinci cara suatu tugas atau pekerjaan
diselesaikan,
d. Eveluasi dan kontrol (evaluation and
control), yaitu membandingkan antara kinerja perusahaan dengan hasil yang
diharapkan perusahaan.
Tahapan Manajemen Strategik
Pada prinsipnya, manajemen strategik merupakan
proses yang terdiri atas tiga kegiatan berikut:
1. Perumusan strategi adalah proses memilih
tindakan utama (strategi) untuk mewujudkan misi organisasi. Perumusan strategi
terdiri atas kegiatan mengembangkan misi bisnis, mengenalli peluang dan ancaman
ekternal perusahaan, menetapkan kekuatan dan kelamahan internal, menetapkan
objektif jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif dan memilih strategi tertentu
untuk dilaksanakan.
2. Perencanaan tindakan. Langkah pertama untuk
mengimplementasikan strategi yang telah ditetapkan adalah membuat perencanaan
strategi. Inti tahapan ini adalah membuat rencana pencapaian (sasaran) dan
rencana kegiatan (program dan anggaran) yang sesuai dengan arahan (visi, misi,
tujuan) dan strategi yang telah ditetapkan perusahaan.
3. Implementasi strategi adalah tahap tindakan
manajemen strategik dengan memobilisasi karyawan dan manajer untuk mengubah
strategi yang dirumuskan menjadikan tindakan. Evaluasi strategi adalah tahap
akhir dalam manajemen strategik. Para manajer perlu mengetahui bahwa jika
strategi tidak berfungsi dengan baik
maka evaluasi strategi menjadi usaha
yang baik.
BAB 3
FUNGSI DAN PERAN PIMPINAN DALAM MANAJEMEN
STRATEGIK
Elemen Dasar Fungsi Kepemimpinan
1. Perintis (Path Finding)
Fungsi perintisan adalah menciptakan dan menncetak
pemimpin lain dengan cara melakukan pendekatan secara personal dibandingkan
dengan struktural karena pendekatan manusiawi jauh lebih mumpuni.
2. Penyelaras (aligning)
Fungsi penyelarasan menunjukan bahwa pemimpin merupakan
penyeimbang dalam sebuah komunikasi, koordinasi, mediasasi dan segala hal yang
terkait dengan organisasi.
3. Pemberdaya (empowering)
Fungsi pemberdayaan adalah memberikan kepercayaan dan
tanggungawab kepada masing-masing individu tim, sehingga mereka dapat melakukan
kreasi dan inovasi dalam berkarya.
4. Panutan (modelling)
Pemimpin perusahaan perlu menciptakan sebuah role model yang ideal, tetapi
dapat diterapkan.
Fungsi dan Peran Manajer dalam Manajemen
Strategik
1. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan dan mengambil tanggungjawab adalah
salah satu tugas pemimpin. Dalam setiap pengambila keputusan mencerminkan
karakter bagi seorang pemimpin. Ada upaya-upaya yang perlu ditempuh dalam mengambil
keputusan, sebagai berikut:
a. Mencerna masalah
b. Identifikasi alternatif
c. Tentukan prioritas
d. Mengambil langkah
2. Membangun tim
Peranan kepemimpinan dalam tim adalah untuk memberikan
pengarahan dan pengaruh pada kegiatan yang berhubungan dengan tugas sekelompok
anggotanya. Tim tidak akan sukses tanpa mengombinasikan kontribusi setiap
anggotanya untuk mencapai tujuan akhir yang sama.
3. The Vision Role
Para pemimpin harus menyusun dan menafsirkan
tujuan-tujuan bagi individu dan unit-unit kerja.
4. Pembangkit semangat
Peran pembangkitan semangat kerja dalam bentuk memberikan
dukungan, bisa dilakukan melalui kata-kata, baik secara langsung maupun tidak,
atau kalimat-kalimat yang sugestif. Dukungan juga dapat diberikan dalam bentuk
peningkatan atau penambahan sarana kerja, penambahan staf yang berkualitas,
perbaikan lingkungan kerja, dan sebagainya.
5. Peran menyampaikan informasi
Penyampaian dan penyebaran informasi harus dirancang
sedemikian rupa sehingga informasi sampai kepada komunikan yang dituju dan
memberikan yang diharapkan.
BAB 4
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGIK BAGI
PENGEMBANGAN ORGANISASI BAGI PENGEMBANGAN ORGANISASI DAN KELEMBAGAAN
Proses manajemen strategik meliputi tiga tahap:
1. Tahap fomulasi strategi, yaitu pembuatan visi,
misi, dan tujuan suatu perusahaan/organisasi. Setiap perusahaan/organisasi
mempunyai tujuan dan alasan ynag unik untuk keberadaannya. Keunikan ini harus
dicerminkan dalam visi dan misi. Pernyataan visi yang baik mengungkapkan
pelanggan, produk/jasa, teknologi, pasar, pemikiran untuk bertahan hidup
(pertumbuhan dan keuntungan), pemikiran untuk karyawan, pemikiran untuk citra
publik/masyarakat, dan perusahaan.
2. Tahap implementasi strategi, yaitu proses
penerjemahan strategi dalam tindakan-tindakan. Analisis SWOT (Strength and
Weaknesses lingkungan internal, Opportunities and Threats untuk
analisis lingkungan eksternal) membantu manajer menetukan dan mengembangkan
strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan. Seorang manajer dapat menilai bahwa tidak semua strategi dalam SWOT
dapat dipilih untuk dikembangkan. Strategi tersebut antara lain.
a. Strategi integrasi vertikal merupakan strategi
yang menghendaki perusahaan melakukan penguasaan yang lebih atas distributor,
pemasok, dan/ atau para pesaing melalui merger, akuisisi, atau membuat
perusahaan sendiri
b. Strategi diversifikasi, perusahaan yang
mengimplementasikan startegi diversifikasi, dilandasi alasan dan motif untuk
mempertahankan keunggulan strategik, intensif dan sumber daya, serta motif
manajerial.
c. Startegi level bisnis, untuk mencapai
keunggulan bersaing, perusahaan harus melakukan evaluasi lingkungan eksternal
guna mengidentifikasikan peluang, ancaman, dan kemampuan sumber daya internal
untuk menentuka kompetensi inti dan strategi yang akan diimplementasikannya.
3. Tahap eveluasi strategi, yaitu proses evaluasi
bahwa implemantasi strategi dapat mencapai tujuan atau tidak.
FORMULASI STRATEGI
|
IMPLEMENTASI STRATEGI
|
|
Baik
|
Buruk
|
|
Baik
|
Success
|
Roulette
|
|
|
Buruk
|
Trouble
|
Failure
|
BAB 5
FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN UNIT BISNIS
STRATEGIK DAN TINGKAT FUNGSIONAL
Tahapan Proses Formulasi Strategi
1. Analisis eksternal
Kekuatan eksternal dibagi dalam:
·
Political, menganalisis tingkat stabilitas lingkungan politik yang
ada, kebijakan pajaknya, dan sebagainya.
·
Economic, menganalisis prediksi suku bunga, inflasi, dan
sebagainya.
·
Socio-cultural, menganalisis perubahan demografi dan sebagainya.
·
Technological, menganalisis tingkat kemajuan teknologi yang ada.
a.
Ancaman pendatang baru (Threat Of New Entrants) Tujuh
sumber hambatan dalam suatu industri:
1) Suplply-side
economies of scale
2) Demand-side
benefits of scale
3) Costumer
switching cots
4) Capital
requirements
5) Incumbency
advantages independent of size
6) Unequal access
to distribution channels
7) Restrictive gevorment
polcy
b. Kekuatan tawar menawar pemasok
c. Kekuatan tawar menawar pembeli
d. Ancaman dari produk atau jasa pengganti
e. Persaingan antar pesaing yang ada
2. Analisis internal
a. Sumber daya keuangan. Perusahaan menggunakan
analisis dari laporan laba rugi (income statement), laporan arus kas (cash
flow), dan neraca (balance sheet)
b. Sumber daya manusia dan aset organisasi.
Pengembangan karyawan secara terus menerus malalui on-the-job-training
atau pun program pelatihan lainnya sangat penting bagi pertumbuhan sumber daya
manusia.
c. Kompetensi inti. Ada tiga macam kompetensi:
1) Kompetensi (competence) adalah sesuatu
yang dilakukan organisassi hampir berupa pembelajaran produk dan pengalaman
2) Kompetensi inti (core competence)
adalah aktivitas penting untuk bersaing yang dilakukan oleh perusahaan lebih
baik dari aktivitas internal lainnya.
3) Kompetensi distingtif (competence
distingtive) aktivitas yang bernilai untuk bersaing yang dilakukan oleh
perusahaan lebih baik dari pesaingnya.
Model Pilihan Strategi Persaingan Bisnis
1. Strategi integrasi
Strategi integrasi ke depan, integrasi ke belakang, dan integrasi
horizontal secara kolektif disebut sebagai strategi integrasi vertikal (vertical
integration). Strategi ini memungkinkan sebuah perusahaan memperoleh
kendali atas distributor, pemasok (supplier), pesaing
2. Strategi Ansoff
Strategi ini berdasarkan intensitas yang dilakukan seperti
a. Penetrasi pasar,
b. Pengembangan pasar,
c. Pengembangan produk.
d. Diversifikasi
3. Generic
strategy: Alat bersaing
a.
Strategi kepemimpinan harga (cost leadership).
Perusahaan yang mempunyai keunggulan biaya dapat memanfaatkan keunggulan ini
untuk menetapkan harga rendah atau mengambil margin laba yang lebih tinggi.
b.
Strategi diferensiasi. Kunci strategi ini adalah
menghasilkan produk yang bersifat unik dalam bentuk fungsi, kualitas, image,
jaringan layanan dll
c.
Strategi fokus adalah tindakan memilih segmen yang akan
dilayani dalam suatu industri
4. Strategi persaingan generic porter.
Strategi ini mencakup:
a. Strategi maksimasi pangsa pasar
b. Strategi pertumbuhan yang menjamin pertumbuhan
perusahaan masa mendatang
c. Menciptakan citra perusahaan/ produk pada
konsumen pontensial
d. Mengembangkan perbedaan performansi produk
dari produk pesaing
5. Strategy Adapting
Versi Miles dan Snow. Dalam pendakatan ini terdapat empat jenis, yaitu:
a. Strategi prospektor (prospector)
strategi yang mengutamakan keberhasilan organisasi dalam berinovasi selalu
menciptakan produk baru dan kesempatan pasar yang baru
b. Strategi bertahan (defender),
mementingkan stabilitas pasar yang menjadi targetnya.
c. Strategi penganalisis (analyzer),
menganalisis ide bisnis baru
d. Strategi reaktor, bereaksi terhadap lingkungan
dan membuat perubahan jika terdapat tekanan dari lingkungannya.
6. Kerangka Bisnis Abell. Abell menemukan
tiga kemungkinan startegi bersaing, yaitu, terdiferensiasi, tidak
terdiferensiasi, dan fokus
7. Generic Strategi Mintzberg
|
|
Melalui harga
|
|
|
Melalui citra pasar
|
|
Diferensiasi
|
Melalui desain produk
|
|
|
Melalui kualitas produk
|
|
|
Melalui pendukung produk
|
|
|
|
|
Tidak Diferensiasi
|
|
8. Strategi New 7s
a. S-1: superior stakeholder satisfication
(memuaskan stakeholder secara superior)
b. S-2: Strategic soothsaying (langkah
strategik mengungguli pesaing)
c. S-3: Speed (Kecepatan)
d. S-4: Suprise (Kejutan)
e. S-5: shifting the rules (mengubah
aturan main)
f. S-6: Signaling (isyarat)
g. S-7: Simultaneous and sequential startegic
thrusts (serangan strategik serentak dan berurutan)
Posisi Perusahaan Terhadap Pesaing
Perusahaan menuntut peran yang dimainkan di pasar
sasaran, yaitu
1. Sebagai pemimpin pasar (market leader)
2. Penantang pasar (Market challenger)
3. Pengikut pasar (Market follower)
4. Pengisi relung pasar (Market nicher)
BAB 6
MODEL KEPEMIMPINAN DALAM MERESPON VISI, MISI,
DAN TUJUAN ORGANISASI
1. Perwujudan visi organisasi. Seorang pemimpin
visioner akan mampu mewujudkan visi kepada seluruh anggota organisasi melalui
kontribusi masing-masing terhadap organisasi.
2. Visi pemimpin organisasi. Visi yang
diciptakann oleh seorang pemimpin dengan dukungan kuat dari seluruh elemen
organisasi, akan menuntun setiap bawahan dalam melakukan aktivitasnya.
3. Pencapaian tujuan organisasi. Seorang pemimpin
harus mampu mengetahui profil, visi, dan misi organisasi agar mempunyai
kedekatan relasional dengan tujuan organisasi.
BAB 7
PERKEMBANGAN PENDEKATAN KEPEMIMPINAN DALAM
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Model pengambilan keputusan ada tiga tahap:
1. Tahap identifikasi dan pemilihan masalah
2. Tahap pengembangan alternatif pemecahan
masalah
3. Tahap pemilihan alternatif pemecahan masalah yangg
terbaik
Setiap model memiliki basis umum pengambilan
keputusan. Model pengambilan keputusan dapat dibedakan menjadi berikut:
1. Model
pengambilan keputusan rasional. Keputusan terprogram adalah keputusan yang
selalu diulang kembali. Ciri-cirinya:
a. Banyak informasi yang tersedia
b. Murah
c. Bebas nilai
d. Alternatif banyak
e. Keputusan diambil dengan suara bulat
f. Keputusan yang yang terbaik bagi organisasi
2. Model pengambilan keputusan klasik. Model ini
berasumsi bahwa keputusan merupakan proses rasional dan keputusan diambil dari
salah satu alternatif terbaik, model klasik didasarkan konsep rasional lengkap
(complete rationality)
3. Model pengambilan keputusan perilaku. Model
ini didasarkan pada ukuran keputusan dapat memberikan kepuasan. Model ini juga mempertimbangkan
pengambilan keputusan atas dasar rasionalitas konstektual artinya dan rasional
retspektif. Rasionalitas konstektual artinya keputusan tidak hanya didasarkan
oleh ketentuan tersurat (tekstual), tetapi juga yang tersirat (kontekstual)
4. Model pengambilan keputusan carnegie. Model
ini lebih mengakui akan kepuasan, keterbatasan rasionalitas, dan koalisi
organisasi. Ciri-cirinya:
a. Sedikit informasi yang tersedia
b. Mahal karena masih mencari informasi
c. Terkait nilai
d. Alternatif sedikit
e. Keputusan dengan kompromi, persetujuan, dan
akomodasi antara koalisi organisasi
f. Keputusan dipilih yang memuaskan organisasi
5. Model pengambilan keputusan berdasarkan
manfaat. Dasar pemikirannya adalah:
a. Mutu keputusan
b. Kreatifitas keputusan
c. Penerimaan keputusan
d. Pemahaman keputusan
e. Pertimbangan keputusan
f. Ketepatan keputusan
6. Model pengambilan keputusan berdasarkan
lapangan. Lima tehnik penting dalam pengambilan keputusan berdasarkan lapangan
adalah:
a. Curah pendapat (brainstorming)
b. Tehnik grup nominal
c. Tehnik delphi
d. Pembela yang menantang hal-hal yangg dianggap
baik (devil’s advocate)
Pembuatan Keputusan Manajerial
1. Menentukan masalah
2. Menentukan batasan masalah
3. Mengembangkan alternatif jawaban
4. Menganalisis setiap alternatif
5. Memilih alternatif
6. Melaksakan keputusan
7. Memastikan sistem kontrol dan evaluasi atas
keputusan
BAB 8
ANALISIS KASUS AKTUAL KEPEMIMPINAN DALAM
MENGIMPLEMENTASIKAN MANAJEMEN STRATEGIK
Berikut ini langkah-langkah utama yang sebaiknya
dilakukan perusahaan dalam mengimplementasikan strategi adalah sebagai berikut:
1. Menganalisis perubahan. Perubahan strategi
dapat diklarifikasikan dalam lima level perubahan.
a. Continuation. Pola ini terjadi karena perusahaan mengulang
strategi yang sama dengan strategi yang digunakan pada periode sebelumnya.
b. Routine change. Perubahan ini dilakukan perusahaan untuk
meningkatkan “daya tarik pasarnya” (market appeal) agar konsumen lebih
terpikat.
c. Limited change. Perubahan ini dilakukan karena perusahaan
menawarkan produk baru di pasar yang baru.
d. Radical change. Perusahaan melakukan strategi cukup
“mendasar” sehingga memandang perlu dilakukannya reorganisasi secara
besar-besar.
e. Organizational
redirection. Perusahaan melakukan perubahan orientasi sedemikian rupa sehingga
mengubah industri yang dimasuki, mengubah misi, keahlian, dan sebagainya.
2. Menganalisis struktur organisasi. Perubahan
strategi perusahaan membutuhkan beberapa perubahan dalam organisasi dan
keahlian pada posisi tertentu.
a.
Struktur organisasi sederhana
|
PEMILIK
|
|
KARYAWAN
|
b. Struktur organisasi funsional
|
PRESIDEN DIREKTUR
|
|
MANAJER
OPERASI
|
|
MANAJER
PEMASARAN
|
|
MANAJER
KEUANGAN
|
c. Struktur organisasi divisional
|
DIREKTUR
|
|
MANAJER
Divisi X
|
|
MANAJER
Divisi Y
|
|
MANAJER
Divisi Z
|
|
Manajer
Tehnik dan
Produksi
|
|
Manajer
Pemasaran
|
|
Manajer
Keuangan
Dan Umum
|
|
Manajer
Tehnik dan
Produksi
|
|
Manajer
Tehnik dan
Produksi
|
|
Manajer
Pemasaran
|
|
Manajer
Pemasaran
|
|
Manajer
Keuangan
Dan Umum
|
|
Manajer
Keuangan
Dan Umum
|
d. Struktur Srategic Business Unit (SBU)
|
CEO
|
|
Vice President
SBU 1
|
|
Vice President
SBU 1
|
|
Manajer
Divisi
|
|
Manajer
Fungsional
|
|
Manajer
Divisi
|
|
Manajer
Fungsional
|
e. Struktur organisasi matriks
3. Menganalisis budaya perusahaan
a. Peranan Budaya perusahaan dalam implementasi
strategi
Budaya perusahaan merupakan norma atau nilai yang dianut
bersama (shared value) yang menjadi dasar bertindak seorang individu
dalam organisasi. Budaya perusahaan inilah yang dapat menyebabkan suatu
strategi dapat diimplementasikan pada perusahaan.
b. Menilai strategik kesesuaian strategi-budaya
Mengingat budaya perusahaan mempunyai pengaruh
besar terhadap suksesnya implementasi strategi, pihak manajemen harus melakukan
analisis untuk menilai kesesuaian antara rumusan strategi dengan budaya
perusahaan.
BAB 9
MASALAH STRATEGI YANG DIHADAPI MANAJEMEN
DAN ORGANISASI
Tantangan yang dihadapi seorang manajer
1. Kekuatan-kekuatan yang menolak perubahan
(inovasi ekstern)5
2. Tekanan dari kelompok-kelompok berkepentingan
3. Kesukaran untuk membagi rata keputusan dengan
individu ataupun organisasi lain di luar organisasi.
Kerangka Analisis Strategik
|
Jelaskan
Situasi
|
|
Evaluasi
Situasi
|
|
Cari Pemecahan
masalah
|
|
Mengetahui
Strategi Perusahaaan
|
|
Tentukan dan
evaluasi lingkungan PELUANG dan ANCAMAN perusahaan
|
|
Tentukan dan
evaluasi lingkungan KEKUATAN dan
KELEMAHAN
perusahaan
|
|
Analisis
Masalah yng perlu mendapat perhatian
|
|
Tentukan
alternatif dan pilihan strategi
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar