Sabtu, 27 Oktober 2018

KONSEP DASAR MANAJEMEN STRATEGIK


KONSEP DASAR MANAJEMEN STRATEGIK

BAB 1
PENDAHULUAN
Esensi Konsep Strategi
Proses manajemen strategik pada kenyataannya dapat dijabarkan sebagai manajemen keunggulan persaingan, yaitu proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengambil keunggulan pada bidang-bidang bisnis tertentu sehingga keunggulan bisnis yang berkelanjutan dan nyata bisa didapatkan.
Adapun perencanaan strategik atau strategic business planning merupakan pendekatan secara teratur dan pragmatis yang dapat digunakan organisasi, baik oleh pemerintah maupun swasta dalam pembuatan keputusan saat ini untuk masa depan. Strategic business planning adalah proses pengkajian diri, setting tujuan, pengembangan strategi, dan monitor kerja. Ringkasnya perencanaan bisnis strategik ini akan melahirkan fokus yang akan menuntun organisasi dari sekarang sampai keadaan yang ditargetkan untuk masa depan.
Mengimplementasikan Strategi
a.    Sistem Pengendalian Manajemen
Sistem pengendalian manajemen merupakan alat untuk mengimplementasikan strategi. Strategi yang berbeda memerlukan prioritas tugas berbeda, faktor penentu keberhasilan yang berbeda, keterampilan, perspektif, dan prilaku yang berbeda pula. Hal yang perlu diperhatikan dalam desain sistem pengendalian adalah perilaku yang didorong oleh sistem tersebut merupakan perilaku yang diperlukan oleh suatu stretegi atau tidak.
b.    Tujuan Organisasi/Perusahaan
Tujuan organisasi/perusahaan ditentukan oleh pemimpin manajemen puncak (Chief Executive Officer- CEO) perusahaan yang bersangkutan, dengan mempertimbangan nasihat yang diberikan manajer, senior lainnya, dan diratifikasikan oleh dewan direksi. Tujuan perusahaan dirancang oleh para pendirinya serta berlaku untuk generasi selanjutnya.
BAB 2
KONSEP MANAJEMEN STRATEGIK

Hakikat Manajemen Strategik
Pada hakikatnya, manajemen strategik adalah proses pengambilan keputusan dan tindakan yang mengarah pada pengembangan strategi yang efektif atau yang membantu perusahaan mencapai tujuannya. Dengan demikian, ada dua hal yang dapat disimpulkan, yaitu sbb:
1.    Manajemen strategik tediri atas tiga proses:
a.    Pembuatan strategi, meliputi pengembangan visi dan tujuan jangka panjang, mengidentifikasikan peluang dan ancaman, serta kekuatan dan kelemahan perusahaan
b.    Penerapan strategi, meliputi penentuan sasaran operasional tahunan, kebijakan organisasi, pemotivasiaan anggota dan pengalokasia sumber daya
c.    Evaluasi/kontrol strategi, meliputi memonitoring seluruh hasil pembuatan dan penerapan strategi.
2.    Peran manajemen strategik: meraih tujuan yang diinginkan oleh suatu perusahaan.
Fungsi, Tujuan dan Manfaat Manajemen Strategik
1.    Fungsi Manajemen Strategik dibagi menjadi empat, yaitu sbb:
a.    Perencanaan (planning), yaitu proses kegiatan memikirkan hal yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki dan menentukan prioritas ke depan agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan organisasi.
b.     Pengorganisasian (organizing), yaitu proses penyusunan pembagian kerja dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
c.    Pengarahan (directing), yaitu tindakan untuk semua agar anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi
d.   Pengevaluasian (evaluating), yaitu proses pengawsan dan pengendalian untuk memastikan bahwa jalannya organisasi sesuai dengan rencana yang  telah ditetapkan.
2.    Tujuan manajemen strategik:
a.    Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang dipilih secara efektif dan efesien.
b.    Mengeveluasi kinerja, meninjau dan mengkaji ulang situasi serta melakukan berbagai penyesuaian dan koreksi jika terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan strategi.
c.    Memperbaharui strategi yang dirumuskan agar sesuai dengan  perkembangan lingkungan eksternal
d.   Meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman bisnis
e.    Melakukan inovasi produk agar selalu sesuai dengan selera konsumen
3.    Manfaat manajemen strategik
a.    Membantu organisasi membuat strategi yang lebih sistematis, logis, rasional, pada pilihan strategik
b.    Merupakan sebuah proses, bukan keputusan atau dokumen
c.    Proses pemberdayaan individual
d.   Mendatangkan laba
e.    Meningkatkan kesadaran ancaman eksternal
f.     Pemahaman yang lebih baik mengenai stategi pesaing
g.    Meningkatnya produktivitas karyawan
h.    Berkurangnya penolakan terhadap perubahan
i.      Pemahaman yang mendalam mengenai hubungan prestasi penghargaan
Konsep Dasar Manajemen Strategik
1.    Kedudukan Dan Pentingnya Manajemen Strategik
Beberapa alasan utama pentingnya peranan manajemen strategik bagi perusahaan atau organisasi, yaitu:
a.    Memberi arah jangka panjang yang akan dituju
b.    Membantu peruusahaan atau organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi
c.    Membuat suatu perusahaan atau organisasi menjadi lebih aktif
d.   Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu perusahaan atau organisasi di lingkungan yang senakin beresiko
e.    Akitivitas yang tumpang tindih akan dikurangi
f.     Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi
g.    Keterlibatan karyawan dalam perubahan strategi lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya
h.    Kegiatan pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan atau organisasi untuk mencegah munculnya masalah pada masa mendatang
2.    Elemen dasar manajemen strategik
Konsep dasar proses manajemen strategik melitputi empat elemen dasar, yaitu:
a.    Pengamatan lingkungan (environmental scanning) meliputi monitoring, evaluasi, dan mengumpulkan informasi dari lingkungan eksternal dan internal dengan tujuan menentukan masa depan perusahaan. Upaya yang paling sederhana adalah malakukan analisi SWOT. SWOT adalah kependekan dari strengths (kekuatan), waeknesses (kelemahan), oppotunities (peluang), dan threats (tantangan) yang merupakan faktor strategik perusahaan.
b.    Formulasi strategi (strategy formulation) adalah mengembangkan rencana jangka panjang untuk mengelola secara efektif apa yang telah dianalisis. Formulasi strategi mencakup kegiatan:
1)      Misi organisasi adalah tujuan atau alasan berdirinya suatu organisasi
2)      Tujuan merupakan hasil akhir aktivitas perencanaan
3)      Strategi perusahaan merupakan rumusan perencanaan komperehensif tentang cara perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya.
4)      Kebijakan menyediakan pedoman luas untuk pengambilan keputusan organisasi secara keseluruhan.
c.    Implementasi strategi (strategy implementation), yaitu proses manajemen mewujudkan strategi dan kebijakan dalam dalam tindakan melalui:
1)      Program melibatkan restrukturisasi perusahaan, perubahan budaya internal perusahaan atau awal dari usaha penelitian baru
2)      Anggaran, yaitu program yang dinyatakan dalam bentuk satuan uang, dengan memperinci biaya untuk setiap program
3)      Prosedur, sering disebut dengan standard operating procedures (SOP) yaitu sistem langkah-langkah atau tehnik-tehnik yang berurutan menggambarkan secara terperinci cara suatu tugas atau pekerjaan diselesaikan,
d.   Eveluasi dan kontrol (evaluation and control), yaitu membandingkan antara kinerja perusahaan dengan hasil yang diharapkan perusahaan.
Tahapan Manajemen Strategik
Pada prinsipnya, manajemen strategik merupakan proses yang terdiri atas tiga kegiatan berikut:
1.    Perumusan strategi adalah proses memilih tindakan utama (strategi) untuk mewujudkan misi organisasi. Perumusan strategi terdiri atas kegiatan mengembangkan misi bisnis, mengenalli peluang dan ancaman ekternal perusahaan, menetapkan kekuatan dan kelamahan internal, menetapkan objektif jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif dan memilih strategi tertentu untuk dilaksanakan.
2.    Perencanaan tindakan. Langkah pertama untuk mengimplementasikan strategi yang telah ditetapkan adalah membuat perencanaan strategi. Inti tahapan ini adalah membuat rencana pencapaian (sasaran) dan rencana kegiatan (program dan anggaran) yang sesuai dengan arahan (visi, misi, tujuan) dan strategi yang telah ditetapkan perusahaan.
3.    Implementasi strategi adalah tahap tindakan manajemen strategik dengan memobilisasi karyawan dan manajer untuk mengubah strategi yang dirumuskan menjadikan tindakan. Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam manajemen strategik. Para manajer perlu mengetahui bahwa jika strategi  tidak berfungsi dengan baik maka evaluasi strategi  menjadi usaha yang baik.
BAB 3
FUNGSI DAN PERAN PIMPINAN DALAM MANAJEMEN STRATEGIK
Elemen Dasar Fungsi Kepemimpinan
1.    Perintis (Path Finding)
Fungsi perintisan adalah menciptakan dan menncetak pemimpin lain dengan cara melakukan pendekatan secara personal dibandingkan dengan struktural karena pendekatan manusiawi jauh lebih mumpuni.
2.    Penyelaras (aligning)
Fungsi penyelarasan menunjukan bahwa pemimpin merupakan penyeimbang dalam sebuah komunikasi, koordinasi, mediasasi dan segala hal yang terkait dengan organisasi.
3.    Pemberdaya (empowering)
Fungsi pemberdayaan adalah memberikan kepercayaan dan tanggungawab kepada masing-masing individu tim, sehingga mereka dapat melakukan kreasi dan inovasi dalam berkarya.
4.    Panutan (modelling)
Pemimpin perusahaan perlu menciptakan sebuah role model yang ideal, tetapi dapat diterapkan.
Fungsi dan Peran Manajer dalam Manajemen Strategik
1.    Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan dan mengambil tanggungjawab adalah salah satu tugas pemimpin. Dalam setiap pengambila keputusan mencerminkan karakter bagi seorang pemimpin. Ada upaya-upaya yang perlu ditempuh dalam mengambil keputusan, sebagai berikut:
a.       Mencerna masalah
b.      Identifikasi alternatif
c.       Tentukan prioritas
d.      Mengambil langkah

2.    Membangun tim
Peranan kepemimpinan dalam tim adalah untuk memberikan pengarahan dan pengaruh pada kegiatan yang berhubungan dengan tugas sekelompok anggotanya. Tim tidak akan sukses tanpa mengombinasikan kontribusi setiap anggotanya untuk mencapai tujuan akhir yang sama.
3.    The Vision Role
Para pemimpin harus menyusun dan menafsirkan tujuan-tujuan bagi individu dan unit-unit kerja.
4.    Pembangkit semangat
Peran pembangkitan semangat kerja dalam bentuk memberikan dukungan, bisa dilakukan melalui kata-kata, baik secara langsung maupun tidak, atau kalimat-kalimat yang sugestif. Dukungan juga dapat diberikan dalam bentuk peningkatan atau penambahan sarana kerja, penambahan staf yang berkualitas, perbaikan lingkungan kerja, dan sebagainya.
5.    Peran menyampaikan informasi
Penyampaian dan penyebaran informasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga informasi sampai kepada komunikan yang dituju dan memberikan yang diharapkan.
BAB 4
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGIK BAGI PENGEMBANGAN ORGANISASI BAGI PENGEMBANGAN ORGANISASI DAN KELEMBAGAAN
Proses manajemen strategik meliputi tiga tahap:
1.    Tahap fomulasi strategi, yaitu pembuatan visi, misi, dan tujuan suatu perusahaan/organisasi. Setiap perusahaan/organisasi mempunyai tujuan dan alasan ynag unik untuk keberadaannya. Keunikan ini harus dicerminkan dalam visi dan misi. Pernyataan visi yang baik mengungkapkan pelanggan, produk/jasa, teknologi, pasar, pemikiran untuk bertahan hidup (pertumbuhan dan keuntungan), pemikiran untuk karyawan, pemikiran untuk citra publik/masyarakat, dan perusahaan.
2.    Tahap implementasi strategi, yaitu proses penerjemahan strategi dalam tindakan-tindakan. Analisis SWOT (Strength and Weaknesses lingkungan internal, Opportunities and Threats untuk analisis lingkungan eksternal) membantu manajer menetukan dan mengembangkan strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan. Seorang manajer dapat  menilai bahwa tidak semua strategi dalam SWOT dapat dipilih untuk dikembangkan. Strategi tersebut antara lain.
a.       Strategi integrasi vertikal merupakan strategi yang menghendaki perusahaan melakukan penguasaan yang lebih atas distributor, pemasok, dan/ atau para pesaing melalui merger, akuisisi, atau membuat perusahaan sendiri
b.      Strategi diversifikasi, perusahaan yang mengimplementasikan startegi diversifikasi, dilandasi alasan dan motif untuk mempertahankan keunggulan strategik, intensif dan sumber daya, serta motif manajerial.
c.       Startegi level bisnis, untuk mencapai keunggulan bersaing, perusahaan harus melakukan evaluasi lingkungan eksternal guna mengidentifikasikan peluang, ancaman, dan kemampuan sumber daya internal untuk menentuka kompetensi inti dan strategi yang akan diimplementasikannya.
3.    Tahap eveluasi strategi, yaitu proses evaluasi bahwa implemantasi strategi dapat mencapai tujuan atau tidak. 

FORMULASI STRATEGI
IMPLEMENTASI STRATEGI

Baik
Buruk
Baik
Success
Roulette
Buruk
Trouble
Failure



BAB 5
FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN UNIT BISNIS STRATEGIK DAN TINGKAT FUNGSIONAL
Tahapan Proses Formulasi Strategi
1.    Analisis eksternal
Kekuatan eksternal dibagi dalam:
·         Political, menganalisis tingkat stabilitas lingkungan politik yang ada, kebijakan pajaknya, dan sebagainya.
·         Economic, menganalisis prediksi suku bunga, inflasi, dan sebagainya.
·         Socio-cultural, menganalisis perubahan demografi dan sebagainya.
·         Technological, menganalisis tingkat kemajuan teknologi yang ada.
a.    Ancaman pendatang baru (Threat Of New Entrants) Tujuh sumber hambatan dalam suatu industri:
1)      Suplply-side economies of scale
2)      Demand-side benefits of scale
3)      Costumer switching cots
4)      Capital requirements
5)      Incumbency advantages independent of size
6)      Unequal access to distribution channels
7)      Restrictive gevorment polcy
b.    Kekuatan tawar menawar pemasok
c.    Kekuatan tawar menawar pembeli
d.   Ancaman dari produk atau jasa pengganti
e.    Persaingan antar pesaing yang ada
2.    Analisis internal
a.       Sumber daya keuangan. Perusahaan menggunakan analisis dari laporan laba rugi (income statement), laporan arus kas (cash flow), dan neraca (balance sheet)
b.      Sumber daya manusia dan aset organisasi. Pengembangan karyawan secara terus menerus malalui on-the-job-training atau pun program pelatihan lainnya sangat penting bagi pertumbuhan sumber daya manusia.
c.       Kompetensi inti. Ada tiga macam kompetensi:
1)      Kompetensi (competence) adalah sesuatu yang dilakukan organisassi hampir berupa pembelajaran produk dan pengalaman
2)      Kompetensi inti (core competence) adalah aktivitas penting untuk bersaing yang dilakukan oleh perusahaan lebih baik dari aktivitas internal lainnya.
3)      Kompetensi distingtif (competence distingtive) aktivitas yang bernilai untuk bersaing yang dilakukan oleh perusahaan lebih baik dari pesaingnya.
Model Pilihan Strategi Persaingan Bisnis
1.    Strategi integrasi
Strategi integrasi ke depan, integrasi ke belakang, dan integrasi horizontal secara kolektif disebut sebagai strategi integrasi vertikal (vertical integration). Strategi ini memungkinkan sebuah perusahaan memperoleh kendali atas distributor, pemasok (supplier), pesaing
2.    Strategi Ansoff
Strategi ini berdasarkan intensitas yang dilakukan seperti
a.       Penetrasi pasar,
b.      Pengembangan pasar,
c.       Pengembangan produk.
d.      Diversifikasi
3.    Generic strategy: Alat bersaing
a.       Strategi kepemimpinan harga (cost leadership). Perusahaan yang mempunyai keunggulan biaya dapat memanfaatkan keunggulan ini untuk menetapkan harga rendah atau mengambil margin laba yang lebih tinggi.
b.      Strategi diferensiasi. Kunci strategi ini adalah menghasilkan produk yang bersifat unik dalam bentuk fungsi, kualitas, image, jaringan layanan dll
c.       Strategi fokus adalah tindakan memilih segmen yang akan dilayani dalam suatu industri
4.    Strategi persaingan generic porter. Strategi ini mencakup:
a.       Strategi maksimasi pangsa pasar
b.      Strategi pertumbuhan yang menjamin pertumbuhan perusahaan masa mendatang
c.       Menciptakan citra perusahaan/ produk pada konsumen pontensial
d.      Mengembangkan perbedaan performansi produk dari produk pesaing
5.    Strategy Adapting Versi Miles dan Snow. Dalam pendakatan ini terdapat empat jenis, yaitu:
a.       Strategi prospektor (prospector) strategi yang mengutamakan keberhasilan organisasi dalam berinovasi selalu menciptakan produk baru dan kesempatan pasar yang baru
b.      Strategi bertahan (defender), mementingkan stabilitas pasar yang menjadi targetnya.
c.       Strategi penganalisis (analyzer), menganalisis ide bisnis baru
d.      Strategi reaktor, bereaksi terhadap lingkungan dan membuat perubahan jika terdapat tekanan dari lingkungannya.
6.    Kerangka Bisnis Abell. Abell menemukan tiga kemungkinan startegi bersaing, yaitu, terdiferensiasi, tidak terdiferensiasi, dan fokus
7.    Generic Strategi Mintzberg

Melalui harga

Melalui citra pasar
Diferensiasi
Melalui desain produk

Melalui kualitas produk

Melalui pendukung produk


Tidak Diferensiasi

8.    Strategi New 7s
a.       S-1: superior stakeholder satisfication (memuaskan stakeholder secara superior)
b.      S-2: Strategic soothsaying (langkah strategik mengungguli pesaing)
c.       S-3: Speed (Kecepatan)
d.      S-4: Suprise (Kejutan)
e.       S-5: shifting the rules (mengubah aturan main)
f.       S-6: Signaling (isyarat)
g.      S-7: Simultaneous and sequential startegic thrusts (serangan strategik serentak dan berurutan)
Posisi Perusahaan Terhadap Pesaing
Perusahaan menuntut peran yang dimainkan di pasar sasaran, yaitu
1.    Sebagai pemimpin pasar (market leader)
2.    Penantang pasar (Market challenger)
3.    Pengikut pasar (Market follower)
4.    Pengisi relung pasar (Market nicher)
BAB 6
MODEL KEPEMIMPINAN DALAM MERESPON VISI, MISI, DAN TUJUAN ORGANISASI
1.    Perwujudan visi organisasi. Seorang pemimpin visioner akan mampu mewujudkan visi kepada seluruh anggota organisasi melalui kontribusi masing-masing terhadap organisasi.
2.    Visi pemimpin organisasi. Visi yang diciptakann oleh seorang pemimpin dengan dukungan kuat dari seluruh elemen organisasi, akan menuntun setiap bawahan dalam melakukan aktivitasnya.
3.    Pencapaian tujuan organisasi. Seorang pemimpin harus mampu mengetahui profil, visi, dan misi organisasi agar mempunyai kedekatan relasional dengan tujuan organisasi.



BAB 7
PERKEMBANGAN PENDEKATAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Model pengambilan keputusan ada tiga tahap:
1.    Tahap identifikasi dan pemilihan masalah
2.    Tahap pengembangan alternatif pemecahan masalah
3.    Tahap pemilihan alternatif pemecahan masalah yangg terbaik
Setiap model memiliki basis umum pengambilan keputusan. Model pengambilan keputusan dapat dibedakan menjadi berikut:
1.     Model pengambilan keputusan rasional. Keputusan terprogram adalah keputusan yang selalu diulang kembali. Ciri-cirinya:
a.       Banyak informasi yang tersedia
b.      Murah
c.       Bebas nilai
d.      Alternatif banyak
e.       Keputusan diambil dengan suara bulat
f.       Keputusan yang yang terbaik bagi organisasi
2.    Model pengambilan keputusan klasik. Model ini berasumsi bahwa keputusan merupakan proses rasional dan keputusan diambil dari salah satu alternatif terbaik, model klasik didasarkan konsep rasional lengkap (complete rationality)
3.    Model pengambilan keputusan perilaku. Model ini didasarkan pada ukuran keputusan dapat memberikan kepuasan. Model ini juga mempertimbangkan pengambilan keputusan atas dasar rasionalitas konstektual artinya dan rasional retspektif. Rasionalitas konstektual artinya keputusan tidak hanya didasarkan oleh ketentuan tersurat (tekstual), tetapi juga yang tersirat (kontekstual)
4.    Model pengambilan keputusan carnegie. Model ini lebih mengakui akan kepuasan, keterbatasan rasionalitas, dan koalisi organisasi. Ciri-cirinya:
a.       Sedikit informasi yang tersedia
b.      Mahal karena masih mencari informasi
c.       Terkait nilai
d.      Alternatif sedikit
e.       Keputusan dengan kompromi, persetujuan, dan akomodasi antara koalisi organisasi
f.       Keputusan dipilih yang memuaskan organisasi
5.    Model pengambilan keputusan berdasarkan manfaat. Dasar pemikirannya adalah:
a.       Mutu keputusan
b.      Kreatifitas keputusan
c.       Penerimaan keputusan
d.      Pemahaman keputusan
e.       Pertimbangan keputusan
f.       Ketepatan keputusan
6.    Model pengambilan keputusan berdasarkan lapangan. Lima tehnik penting dalam pengambilan keputusan berdasarkan lapangan adalah:
a.       Curah pendapat (brainstorming)
b.      Tehnik grup nominal
c.       Tehnik delphi
d.      Pembela yang menantang hal-hal yangg dianggap baik (devil’s advocate)
Pembuatan Keputusan Manajerial
1.    Menentukan masalah
2.    Menentukan batasan masalah
3.    Mengembangkan alternatif jawaban
4.    Menganalisis setiap alternatif
5.    Memilih alternatif
6.    Melaksakan keputusan
7.    Memastikan sistem kontrol dan evaluasi atas keputusan


BAB 8
ANALISIS KASUS AKTUAL KEPEMIMPINAN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN MANAJEMEN STRATEGIK
Berikut ini langkah-langkah utama yang sebaiknya dilakukan perusahaan dalam mengimplementasikan strategi adalah sebagai berikut:
1.    Menganalisis perubahan. Perubahan strategi dapat diklarifikasikan dalam lima level perubahan.
a.       Continuation. Pola ini terjadi karena perusahaan mengulang strategi yang sama dengan strategi yang digunakan pada periode sebelumnya.
b.      Routine change. Perubahan ini dilakukan perusahaan untuk meningkatkan “daya tarik pasarnya” (market appeal) agar konsumen lebih terpikat.
c.       Limited change. Perubahan ini dilakukan karena perusahaan menawarkan produk baru di pasar yang baru.
d.      Radical change. Perusahaan melakukan strategi cukup “mendasar” sehingga memandang perlu dilakukannya reorganisasi secara besar-besar.
e.       Organizational redirection. Perusahaan melakukan perubahan orientasi sedemikian rupa sehingga mengubah industri yang dimasuki, mengubah misi, keahlian, dan sebagainya.
2.    Menganalisis struktur organisasi. Perubahan strategi perusahaan membutuhkan beberapa perubahan dalam organisasi dan keahlian pada posisi tertentu.
a.      
PEMILIK
Struktur organisasi sederhana
KARYAWAN
 



b.      Struktur organisasi funsional
PRESIDEN DIREKTUR
MANAJER
OPERASI
MANAJER
PEMASARAN
MANAJER
KEUANGAN
 











c.       Struktur organisasi divisional
DIREKTUR
MANAJER
Divisi X
MANAJER
Divisi Y

MANAJER
Divisi Z

Manajer
Tehnik dan
Produksi
Manajer
Pemasaran
Manajer Keuangan
Dan Umum
Manajer
Tehnik dan
Produksi
Manajer
Tehnik dan
Produksi
Manajer
Pemasaran
Manajer
Pemasaran
Manajer Keuangan
Dan Umum
Manajer Keuangan
Dan Umum
 
























d.      Struktur Srategic Business Unit (SBU)
CEO
Vice President
SBU 1
Vice President
SBU 1
 




Manajer
Divisi
Manajer
Fungsional
Manajer
Divisi
Manajer
Fungsional
 









e.       Struktur organisasi matriks
3.    Menganalisis budaya perusahaan
a.       Peranan Budaya perusahaan dalam implementasi strategi
Budaya perusahaan merupakan norma atau nilai yang dianut bersama (shared value) yang menjadi dasar bertindak seorang individu dalam organisasi. Budaya perusahaan inilah yang dapat menyebabkan suatu strategi dapat diimplementasikan pada perusahaan.
b.      Menilai strategik kesesuaian strategi-budaya
Mengingat budaya perusahaan mempunyai pengaruh besar terhadap suksesnya implementasi strategi, pihak manajemen harus melakukan analisis untuk menilai kesesuaian antara rumusan strategi dengan budaya perusahaan.

BAB 9
MASALAH STRATEGI YANG DIHADAPI MANAJEMEN
DAN ORGANISASI
Tantangan yang dihadapi seorang manajer
1.      Kekuatan-kekuatan yang menolak perubahan (inovasi ekstern)5
2.      Tekanan dari kelompok-kelompok berkepentingan
3.      Kesukaran untuk membagi rata keputusan dengan individu ataupun organisasi lain di luar organisasi.
Kerangka Analisis Strategik
Jelaskan Situasi
Evaluasi Situasi
Cari Pemecahan masalah
Mengetahui Strategi Perusahaaan
Tentukan dan evaluasi lingkungan PELUANG dan ANCAMAN perusahaan
Tentukan dan evaluasi lingkungan KEKUATAN dan
KELEMAHAN perusahaan
Analisis Masalah yng perlu mendapat perhatian 
Tentukan alternatif dan pilihan strategi 
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar