Rabu, 08 Agustus 2018

Mahasiswa Mencontek Saat Ujian Semester (Kumpulan Tulisan)



Nama : Muhammad Farhan Maulana (A’an) 11632037
Jurusan/Fakultas/Kelas : Bimbingan Konseling Islam / FUAD / II B
Mahasiswa Mencontek Saat Ujian Semester
                 Mencontek adalah salah satu perbuatan yang sering kali dilakukan pada saat ulangan, ujian, atau pun latihan soal-soal biasa. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan anak kuliahan, di pembahasan kali ini akan di ulaskan tentang bagaimana solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah contek-mencontek terutama bagi mahasiswa. Pertama-tama yang harus dilakukan ialah memberikan pengarahan atau aturan keras bagi mahasiswa agar jika ingin lulus memang harus belajar lebih giat dan memberikan pengumuman jikalau mereka ketahuan mencontek akan dikeluarkan pada saat ujian sedang berlangsung dan nilai mata kuliah yang diujiankan akan mendapatkan nilai yang paling rendah.
               Yang kedua dengan cara memberikan solusi  di setiap mata kuliah yang ada, kebanyakan pada saat  mata kuliah berlangsung banyak mahasiswa yang tidak paham dengan apa yang dipelajarinya, otomatis pemikiran-pemikiran mereka akan tertuju kepada hal yang berbau “contek-mencontek” karena kurang nya pemahaman terhadap mata kuliah yang ada. Jadi, sebenarnya tergantung kepada si pengajar yang memberikan pengetahuannya kepada mahasiswa, bisa jadi karena si pengajar tidak menguasai panggung atau memang kurangnya kreativitas dalam metode perkuliahan, jadi mahasiswa jika berhadapan dengan ujian spontan langsung ingin mencontek, Jadi mungkin pengajar bisa lebih kreatif lagi dalam hal mengajar.
               Yang ketiga hindari selalu pemakaian “Android” dalam mencari bahan mata kuliah, kenapa? Karena jika terbiasa pada sesuatu yang instan seperti itu otomatis jika berhadapan dengan sesuatu seperti ujian contohnya, bayangkan saja jika ujian para mahasiswa mambuka gadget mereka, tentu buku-buku diperpustakaan akan menjadi sia-sia, ujian pun jadi terbengkalai dan jika nilai bagus pun  berasal dari hasil mencontek, jadi percuma jadi sarjana mencontek. Jadi mulailah terbiasa membudayakan membaca referensi yang bermanfaat dan menulis buku agar otak menjadi perpustakaan pribadi yang tersimpan untuk selamanya juga tak perlu susah-susah mencontek yang belum tentu dapat pahala dan malah semakin menjadi dosa.
                Jadi kesimpulannya adalah kembali kepada diri kita sendiri sebagai mahasiswa, apakah mencontek itu terdapat manfaat dan khasiat, karena mahasiswa pasti suda hpandai berfikir jernih dalam memutuskan sesuatu.
Wallahu ‘a’lam.


ANDI
MASALAH  MAHASISWA  MENYONTEK  SAAT  UJIAN
Bila  dikaitkan  dengan  problematika  umat  kontemporer  dengan  masalah  mahasiswa  menyontek  saat  ujian  yaitu  ada  kaitanya.  Yaitu  masalah  yang  ada  pada  mahasiswa  tersebut  adalah  akhlaknya  atau  mungkin  pada  saat  mulai  ujian  dia  tidak  belajar  sehingga  ketika  mahasiswa  tersebut  mau  mengerjakan  soal  ujian  mungkin  tidak  bisa  sehingga  mahasiswa  tersebut  mengembail  pilihan lain  yaitu  menyontek  mungkin  ngak  Cuma  mahasiswa  siswa  pun  dapat  melakukanya  ketika  saat  ujian  menyontek.  Menurut  pendapat  saya  tidak  baik  ketika  saat  ujian  menyontek.  Solusi  dari  saya  sebaiknya  ketika  udah  mulai  ujian  belajar  terlebih  dahulu  maka  insyaalah  ketika  mahasiswa  tersebut  bisa  mengerjakanya  ketika  mulai  ujian.  Sebaiknya  sebelum  mengerjakan  soal  ujian  sebaiknya  bismilah  terlebih  dahulu. Dan  ketika  ujian  cobalah  untuk  tidak  menyontek  sebaiknya  kerjakan  sendiri  ketika  saat  ujian.  


MENGAPA MAHASISWA MENCONTEK?
Anonim

Kebanyakan umat Islam telah mengalami penyimpangan orientasi hidup dari apa yang dicita-citakan generasi terdahulu. Umat Islam telah menjadikan harta sebagai  standar kebahagiaan Muslim. Cukup jelas buktinya dengan melihat kecenderungannya yang sangat tinggi pada dunia. Dengan berbagai alasan yang seakan-akan kebaikan, dia kejar dunia.
Menjadikan dunia sebagai tujuan dan standar kebahagiaan. Sadar ataupun tidak banyak para orangtua dari kaum Muslimin yang mengarahkan anak-anaknya sejak kecil untuk bercita-cita menjadi jadi pilot, dokter, guru,  dan lain sebagainya. Menjadi pilot, dokter ataupun guru sama sekali tidak ada nilai di sisi Allah kalau tidak ada niat karena Allah atau untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Aktifitas tersebut hanyalah aktifitas dunia belaka.
Begitu juga para mahasiswa yang berorientasi pada dunia, mereka tidak melihat lagi nilai-nilai dan aturan agama untuk menempuh studi mereka. Mereka mencotek saat ujian karena tidak lagi melihat aturan agama. Sebanyak apapun prestasi yang diraih jika tidak berdasarkan iman dan tujuannya salah, maka di sisi Allah tidak bernilai.
Menuntut ilmu dalam rangka memenuhi perintah Allah adalah ketika dilakukan dengan penuh keikhlasan, mengharap ridha Allah, mensyukuri terhadap nikmat akal, mencari kebahagiaan di akhirat, menghidupkan agama, menghilangkan kebodohan, dan melestarikan Islam. Sehingga aktifitas menuntut ilmunya bernilai pahala di sisi Allah. Keluarnya keringat dan lelahnya  dinilai pahala di sisi Allah dan termasuk orang dimudahkan jalannya ke surga oleh Allah.
Boleh menuntut ilmu dengan tujuan untuk mendapatkan kedudukan di masyarakat yang dengannya digunakan dalam rangka amar makruf nahi munkar, menjalankan kebenaran dan menegakkan agama Allah. Begitupun juga orang bekerja, jika hanya untuk menumpuk-numpuk kekayaan tidak bernilai di sisi Allah. Hanya mendapatkan rasa lelah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar