Nama : Muhammad
Farhan Maulana (A’an) 11632037
Jurusan/Fakultas/Kelas
: Bimbingan Konseling Islam / FUAD / II B
Mahasiswa Mencontek
Saat Ujian Semester
Mencontek adalah salah satu perbuatan yang
sering kali dilakukan pada saat ulangan, ujian, atau pun latihan soal-soal
biasa. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan anak kuliahan, di pembahasan kali
ini akan di ulaskan tentang bagaimana solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah
contek-mencontek terutama bagi mahasiswa. Pertama-tama yang harus dilakukan
ialah memberikan pengarahan atau aturan keras bagi mahasiswa agar jika ingin
lulus memang harus belajar lebih giat dan memberikan pengumuman jikalau mereka
ketahuan mencontek akan dikeluarkan pada saat ujian sedang berlangsung dan
nilai mata kuliah yang diujiankan akan mendapatkan nilai yang paling rendah.
Yang kedua dengan cara
memberikan solusi di setiap mata kuliah
yang ada, kebanyakan pada saat mata
kuliah berlangsung banyak mahasiswa yang tidak paham dengan apa yang
dipelajarinya, otomatis pemikiran-pemikiran mereka akan tertuju kepada hal yang
berbau “contek-mencontek” karena kurang nya pemahaman terhadap mata
kuliah yang ada. Jadi, sebenarnya tergantung kepada si pengajar yang memberikan
pengetahuannya kepada mahasiswa, bisa jadi karena si pengajar tidak menguasai
panggung atau memang kurangnya kreativitas dalam metode perkuliahan, jadi
mahasiswa jika berhadapan dengan ujian spontan langsung ingin mencontek, Jadi
mungkin pengajar bisa lebih kreatif lagi dalam hal mengajar.
Yang ketiga hindari selalu
pemakaian “Android” dalam mencari bahan mata kuliah, kenapa? Karena jika
terbiasa pada sesuatu yang instan seperti itu otomatis jika berhadapan dengan
sesuatu seperti ujian contohnya, bayangkan saja jika ujian para mahasiswa
mambuka gadget mereka, tentu buku-buku diperpustakaan akan menjadi sia-sia,
ujian pun jadi terbengkalai dan jika nilai bagus pun berasal dari hasil mencontek, jadi percuma
jadi sarjana mencontek. Jadi mulailah terbiasa membudayakan membaca referensi
yang bermanfaat dan menulis buku agar otak menjadi perpustakaan pribadi yang
tersimpan untuk selamanya juga tak perlu susah-susah mencontek yang belum tentu
dapat pahala dan malah semakin menjadi dosa.
Jadi kesimpulannya adalah
kembali kepada diri kita sendiri sebagai mahasiswa, apakah mencontek itu
terdapat manfaat dan khasiat, karena mahasiswa pasti suda hpandai berfikir
jernih dalam memutuskan sesuatu.
Wallahu ‘a’lam.
ANDI
MASALAH
MAHASISWA MENYONTEK SAAT
UJIAN
Bila
dikaitkan dengan problematika
umat kontemporer dengan
masalah mahasiswa menyontek
saat ujian yaitu
ada kaitanya. Yaitu
masalah yang ada
pada mahasiswa tersebut
adalah akhlaknya atau
mungkin pada saat
mulai ujian dia
tidak belajar sehingga
ketika mahasiswa tersebut
mau mengerjakan soal
ujian mungkin tidak
bisa sehingga mahasiswa
tersebut mengembail pilihan lain
yaitu menyontek mungkin
ngak Cuma mahasiswa
siswa pun dapat
melakukanya ketika saat
ujian menyontek. Menurut
pendapat saya tidak
baik ketika saat ujian menyontek.
Solusi dari saya
sebaiknya ketika udah
mulai ujian belajar
terlebih dahulu maka
insyaalah ketika mahasiswa
tersebut bisa mengerjakanya
ketika mulai ujian.
Sebaiknya sebelum mengerjakan
soal ujian sebaiknya
bismilah terlebih dahulu. Dan
ketika ujian cobalah
untuk tidak menyontek
sebaiknya kerjakan sendiri
ketika saat ujian.
MENGAPA
MAHASISWA MENCONTEK?
Anonim
Kebanyakan
umat Islam telah mengalami penyimpangan orientasi hidup dari apa yang dicita-citakan
generasi terdahulu. Umat Islam telah menjadikan harta sebagai standar
kebahagiaan Muslim. Cukup jelas buktinya dengan melihat kecenderungannya yang
sangat tinggi pada dunia. Dengan berbagai alasan yang seakan-akan kebaikan, dia
kejar dunia.
Menjadikan dunia sebagai tujuan
dan standar kebahagiaan. Sadar ataupun tidak banyak para orangtua dari kaum
Muslimin yang mengarahkan anak-anaknya sejak kecil untuk bercita-cita menjadi
jadi pilot, dokter, guru, dan lain sebagainya.
Menjadi pilot, dokter ataupun guru sama sekali tidak ada nilai di sisi Allah
kalau tidak ada niat karena Allah atau untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslimin.
Aktifitas
tersebut hanyalah aktifitas dunia belaka.
Begitu juga para mahasiswa yang berorientasi pada
dunia, mereka tidak melihat lagi nilai-nilai dan aturan agama untuk menempuh
studi mereka. Mereka mencotek saat ujian karena tidak lagi melihat aturan
agama. Sebanyak apapun prestasi yang diraih jika
tidak berdasarkan iman dan
tujuannya salah, maka di sisi Allah tidak bernilai.
Menuntut ilmu dalam rangka memenuhi
perintah Allah adalah ketika dilakukan dengan penuh keikhlasan, mengharap ridha
Allah, mensyukuri terhadap nikmat akal, mencari kebahagiaan di akhirat,
menghidupkan agama, menghilangkan kebodohan, dan melestarikan Islam. Sehingga aktifitas menuntut
ilmunya bernilai pahala di sisi Allah. Keluarnya keringat dan lelahnya
dinilai pahala di sisi Allah dan termasuk orang dimudahkan jalannya ke surga
oleh Allah.
Boleh menuntut ilmu dengan tujuan untuk
mendapatkan kedudukan di masyarakat yang dengannya digunakan dalam rangka amar
makruf nahi munkar, menjalankan kebenaran dan menegakkan agama Allah. Begitupun juga orang
bekerja, jika hanya untuk menumpuk-numpuk kekayaan tidak bernilai di sisi
Allah. Hanya mendapatkan rasa lelah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar