TUGAS
MEREVIEW
MATA
KULAH : KEWIRAUSAHAAN
RADEN
NORHAYATI
1131210006
JURUSAN
PENDIDIKAN BAHASA ARAB (PBA)
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK
MATERI
I
Konsep Dasar
Kewirausahaan
1.
Disiplin Ilmu
Kewirausahaan
Ilmu
kewirausahaan adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan,
dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh
peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapi.
2.
Objek Studi
Kewirausahaan
a.
Kemampuan
merumuskan tujuan hidup/usaha.
b.
Kemampuan
memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala.
c.
Kemampuan
berinovasi
d.
Kemampuan untuk
membentuk modal uang atau barang modal.
e.
Kemampuan untuk
mengatur waktu.
f.
Kemampuan mental
yang dilandasi agama.
g.
Kemampuan untuk
membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun
menyakitkan.
Pengusaha adalah
orang yang menjalankan kegiatan usaha baik usaha jual-beli, maupun usaha
produksi yang tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan dan menanggung
resiko yang akan terjadi dalam kegiatan usahanya. Contohnya seperti Pengusaha
Tahu dan Tempe. Wirausaha adalah orang yang mampu mencari dan
memanfaatkan peluang usaha serta mendapat sumber dana dan sumber daya yang
diperlukan untuk kegiatan usaha, dan berani menanggung resiko yang akan terjadi
dalam kegiatan usahanya. Contoh: Manajer Perusahaan Sepatu.
Jadi dari dua pengertian
tersebut di atas, jelas bahwa kewirausahaan mempunyai
pengertian yang lebih luas dibanding dengan pengertian pengusaha.
Dengan kata lain seorang pengusaha belum tentu merupakan kewirausahawan,
sedangkan seorang wirausahawan sudah pasti merupakan pengusaha.
Di dalam pengelolaan perusahaan, kemampuan wirausahawan sangat
menentukan, sehingga keberhasilan atau maju-mundurnya kegiatan usaha sangat
bergantung pada kecakapan wirausahawan. Wirausahawan yang
berhasil meningkatkan kemajuan usaha tercermin dengan semakin meningkat
keuntungan perusahaan. Oleh karena itu laba perusahaan merupakan
bentuk imbalan yang harus diterima oleh seorang wirausahawan. Keahlian
(skill) yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan terdiri
dari:
1.
Managerial
skill, yaitu kemampuan dalam mengorganisasikan semua faktor
produksi agar mencapai tujuan;
2.
Technical
skill, yaitu keahlian yang bersifat teknis dalam pelaksanaan proses
produksi sehingga berjalan dengan baik;
3. Organizational skill, yaitu keahlian dalam
memimpin berbagai usaha, tidak hanya intern perusahaan yang brsifat bisnis,
tetapi juga organisasi dalam bentuk lain.
3.
Hakikat Kewirausahaan
Meskipun
banyak definisi mengenai kewirausahaan akan tetapi pada umumnya memiliki
hakikat yang hampir sama yaitu merujuk pada sifat, watak, dan ciri-ciri yang
melekat pada seseorang yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan gagasan
inovatif ke dalam dunia nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh.
4.
Karakteristik
dan Nilai-Nilai Kewirausahaan. Ada sepuluh karakteristik kewirausahaan, yaitu:
a.
Memiliki rasa
tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
b.
Percaya akan
kemampuan dirinya untuk berhasil.
c.
Selalu
menghendaki umpan baik yang segera
d.
Memiliki
semangat bekerja keras
e.
Berorientasi ke
masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan.
f.
Memiliki
keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai
tambah.
g.
Lebih menghargai
prestasi daripada uang.
h.
Selalu belajar
dari kegagalan.
i.
Kemampuan dalam
kepemimpinan.
j.
Memiliki
dorongan untuk selalu unggul.
5
Beberapa Nilai
Hakiki Penting dari Kewirausahaan Antara Lain:
a.
Percaya diri
b.
Berorientasi
tugas dan hasil.
c.
Keberanian mengambil resiko
d.
Kepemimpinan
e.
Berorientasi ke
masa depan, keorisinilan, kreativitas, dan inovasi.
6.
Seorang
Wirausahaan Memiliki Beberapa Ciri Kepribadian Sebagai Berikut :
a.
Mengetahui
target sasaran yang diinginkan.
b.
Mempunyai daya
ingat yang baik
c.
Tenang dalam
beraksi.
d.
Optimisme dalam
berusaha.
e.
Diplomatis dalam
berbicara.
f.
Tidak
tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
g.
Bersikap ramah
dan sopan.
h.
Bersikap tegas.
i.
Berpengetahuan
luas.
7.
Wirausaha yang
Memiliki Motif Berprestasi Tinggi pada Umumnya Memiliki Ciri-Ciri Sebagai
Berikut:
a.
Ingin mengatasi
sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
b.
Selalu
memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.
c.
Memiliki
tanggung jawab personal yang tinggi.
d.
Berani
menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.
e.
Menyukai
tantangan dan melihat tantangan secara seimbang.
MATERI
II
Proses Kewirausahaan
1.
Faktor-Faktor
Pemicu Kewirausahaan
Perilaku
kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor itu
adalah hak kepemilikan, kemampuan, kompetensi, dan intensif. Sedangkan faktor eksternal
meliputi lingkungan yang berkaitan dengan kemampuan afektif dan kemampuan
kognitif.
2.
Model Proses
Kewirausahaan
Proses
kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi dipengaruhi oleh berbagai
faktor baik internal maupun eksternal. Secara internal inovasi dipengaruhi oleh
faktor individu seperti toleransi, nilai-nilai, pendidikan, dan pengalaman. Sedangkan
secara eksternal dipengaruhi oleh pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan,
dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk kreativitas, inovasi, implementasi,
dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi wirausaha yang besar.
3.
Faktor-Faktor
Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha
a.
Faktor-Faktor
Penyebab Keberhasilan antara lain:
1)
Memiliki kepercayaan dan
pengendalian diri
2)
Selalu mencari aktivitas
3)
Mengelola pekerjaan berdasarkan
tujuan
4)
Menganalisa kesempatan dan
berusaha menjadi pemikir yang kreatif dan obyektif
5)
Mampu memecahkan persoalan
b.
Faktor-Faktor
Penyebab Kegagalan Wirausaha antara lain:
1)
Kurang pengalaman manajemen
2)
Kurang mampu membuat perencanaan
keuangan
3)
Kurang mampu menganalisa lokasi
4)
Bersifat boros
5)
Kurang bersedia berkorban
4.
Keuntungan dan
Kerugian Berwirausaha
a.
Keuntungan
kewirausahaan antara lain :
1)
Otonomi yakni pengelolaan yang
bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh
kepuasan.
2)
Tantangan awal dan perasaan motif
berprestasi.
3)
Kontrol finansial yakni bebas
dalam mengelola keuangan dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri.
b.
Kerugian
kewirausahaan antara lain:
1)
Pengorbanan
personal
2)
Beban tanggung
jawab
3)
Kecilnya margin
keuntungan dan kemungkinan gagal.
MATERI
III
A.
Profil
Wirausaha
1.
Kewirausahaan
Rutin (Wirt) => Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan
terhadap standar tradisional, bukan penyusunan dan pengalo-kasian
sumber-sumber. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang, pasar, dan
teknologi.
2.
Kewirausahaan
Arbitase => Kegiatan kewirausahaan ini tidak perlu melibatkan pembuatan
barang dan tidak perlu menyerap dana pribadi wirausaha, kegiatan-nya adalah
spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli.
3.
Kewirausahaan
Inovatif => Wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi
baru yang berbeda, ia merupakan promotor, tidak saja dalam memperkenalkan
teknik dan produk baru, tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan
(pembekalan), peningkatan teknik manajemen, dan metode distribusi baru.
Sedangkan Zimmerer (1996) mengelompokkan profil
wirausaha sebagai berikut :
1.
Part-time
entrepreneur yaitu wirausaha yang hanya setengah waktu melakukan usaha ,
biasanya sebagai hobi. Kegiatan usahanya hanya bersifat sampingan.
2.
Home-based new
ventures yaitu usaha yang dirintis dari rumah / tempat tinggal.
3.
Family-owned
business yaitu usaha yang dilakukan / dimiliki oleh beberapa anggota keluarga
secara turun-temurun.
4.
Copreneurs yaitu
usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik
dan menjalankan usahanya bersama-sama.
Wirausaha memiliki 2 fungsi yaitu fungsi makro
dan fungsi mikro. Secara makro, wirausaha berfungsi sebagai
penggerak , pengendali , dan pemacu perekonomian suatu bangsa. Sedangkan secara
mikro , wirausaha adalah penanggung resiko dalam ketidakpastian ,
pengombinasi sumber – sumber dan pencipta nilai tambah.sebagai innovator,
wirausaha berperan dalam menciptakan produk, ide-ide dan organisasi usaha baru
MATERI
IV
IDE
DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN
A. Ide
Kewirausahaan
Ide-ide
yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan
riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus
menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai
potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi
semua risiko yang mungkin terjadi. Ada tiga risiko yang dapat dievaluasi, yaitu
;
1.
Risiko Pasar Atau Risiko Persaingan => terjadi akibat
adanya ketidakpastian pasar.
2. Risiko Finansial => terjadi
akibat rendahnya hasil penjual dan tingginya biaya.
3. Risiko
teknik => terjadi akibat adanya
kegagalan teknik.
Hasil dari ide-ide secara
keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk atau kreasi baru
tentang barang yang dihasilkan. Banyak wirausaha yang bukan atas ide sendiri
tetapi hasil pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain dan bisa menjadi
peluang.
B. Sumber-Sumber Potensial
Peluang
Agar
ide-ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha
harus bersedia melakukan evaluasi terhadap pelu-ang secara terus menerus. Proses
penjaringan ide (skrining) merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide
potensial menjadi produk dan jasa riil. Adapun langkah dalam penjaringan ide
dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1.
Menciptakan Produk Baru dan Berbeda
a.
Permintaan
terhadap barang dan jasa yang dihasilkan
b.
Waktu penyerahan
dan waktu permintaan barang dan jasa.
2.
Mengamati Pintu Peluang
3.
Analisis Produk dan Proses Produksi
4.
Menaksir Biaya Awal
5. Memperhitungkan Risiko
a. Risiko Pesaing
1) Kemungkinan
kesamaan dan keunggulan produk apa yang dikembangkan pesaing ?
2) Tingkat
keberhasilan apa yang telah dicapai oleh pesaing dalam pengem-bangan produknya
?
3) Seberapa
jauh dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang
diperkenalkannya ?
4) Apakah
perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan-serangan pesaing ?
b. Risiko Teknik
c. Risiko Finansial => Risiko
yang timbul sebagai akibat ketidakcukupan finansial baik dalam phase pengembangan
produk baru maupun dalam menciptakan dan mempertahankan perusahaan dalam
memberikan dukungan biaya produk baru. Analisis kelemahan, kekuatan, peluang,
dan ancaman atau swot (strenght, weaks,
opportunity, and threat) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan
perusahaan baru.
MATERI
V
Merintis
Usaha Baru dan Model Pengembangannya
A.
Merintis
Usaha Baru
Ada
dua jenis pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk
mencari
peluang dengan mendirikan usaha baru, yaitu :
1.
Pendekatan
“inside-out” atau “idea generation”
2.
Pendekatan “the
out-side in” atau “oppurtunity recognition”
|
Anda
|
|
Ide
|
+
|
Uang Kredit + Fasilitas Orang
|
|
Barang +
Jasa
|
|
Pasar
|
|
Uang
|
|
Profit
|
1.
Hal yang Harus
Diperhatikan dalam Merintis Usaha Baru
a. Bidang
dan jasa usaha baru.
b. Bentuk
usaha dan bentuk pemilikan yang akan dipilih.
c. Tempat
usaha yang dipilih.
d. Organisasi
usaha yang akan digunakan.
e. Lingkungan
usaha yang akan berpengaruh.
2.
Bidang dan Jenis
Usaha yang Dimasuki
a.
Bidang usaha
pertanian.
b.
Bidang usaha
pertambangan.
c.
Bidang usaha
pabrikasi
d.
Bidang usaha
konstruksi
e.
Bidang usaha
perdagangan
f.
Bidang usaha
jasa keuangan
g.
Bidang usaha
perorangan
h.
Bidang jasa-jasa
umum
i. Bidang
jasa wisata
3.
Bentuk Usaha dan
Bentuk Kepemilikan yang akan di Pilih
a.
Perusahan
perorangan
b.
Persekutuan
c.
Perseroan
d.
Firma
4.
Tempat Usaha
yang akan Dipilih. Untuk menentukan lokasi usaha ada beberapa alternatif yang
bisa kita pilih, yaitu:
a.
Membangun bila
ada tempat yang strategis
b.
Membeli atau
menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan.
c.
Kerjasama bagi
hasul, bila memungkinkan.
5.
Lingkungan Usaha
a.
Lingkungan
Mikro, yaitu lingkungan yang berkaitan langsung dengan operasional perusahaan
b.
Lingkungan
Makro, yaitu lingkungan luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup
perusahaan.
6.
Hambatan-Hambatan
dalam Memasuki Industri
a.
Sikap dan
kebiasaan pelanggan
b.
Biaya perubahan
c.
Respons dari
pesaing.
7.
Profil Usaha dan
Model Pengembangannya. Dalam UU No. 9/1995 pasa 5 tentang usaha kecil
disebutkan beberapa kriteria usaha kecil sebagai berikut, Memiliki kekayaan
bersih paling banyak Rp. 200.000.000,-. Dan memiliki hasil penjualan tahuan
paling banyak Rp. 1.000.000.000,-./

Tidak ada komentar:
Posting Komentar