Sabtu, 27 Oktober 2018

KEWIRAUSAHAAN



TUGAS MEREVIEW

MATA KULAH : KEWIRAUSAHAAN


RADEN NORHAYATI
1131210006

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB (PBA)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK



MATERI I
Konsep Dasar Kewirausahaan
1.    Disiplin Ilmu Kewirausahaan
Ilmu kewirausahaan adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapi.
2.    Objek Studi Kewirausahaan
a.       Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha.
b.      Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala.
c.       Kemampuan berinovasi
d.      Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal.
e.       Kemampuan untuk mengatur waktu.
f.       Kemampuan mental yang dilandasi agama.
g.      Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.
Pengusaha adalah orang yang menjalankan kegiatan usaha baik usaha jual-beli, maupun usaha produksi yang tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko yang akan terjadi dalam kegiatan usahanya. Contohnya seperti Pengusaha Tahu dan Tempe. Wirausaha adalah orang yang mampu mencari dan memanfaatkan peluang usaha serta mendapat sumber dana dan sumber daya yang diperlukan untuk kegiatan usaha, dan berani menanggung resiko yang akan terjadi dalam kegiatan usahanya. Contoh: Manajer Perusahaan Sepatu.
Jadi dari dua pengertian tersebut di atas, jelas bahwa kewirausahaan mempunyai pengertian yang lebih luas dibanding dengan pengertian pengusaha. Dengan kata lain seorang pengusaha belum tentu merupakan kewirausahawan, sedangkan seorang wirausahawan sudah pasti merupakan pengusaha. Di dalam pengelolaan perusahaan, kemampuan wirausahawan sangat menentukan, sehingga keberhasilan atau maju-mundurnya kegiatan usaha sangat bergantung pada kecakapan wirausahawan. Wirausahawan yang berhasil meningkatkan kemajuan usaha tercermin dengan semakin meningkat keuntungan perusahaan. Oleh karena itu laba perusahaan merupakan bentuk imbalan yang harus diterima oleh seorang wirausahawan. Keahlian (skill) yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan terdiri dari:
1.      Managerial skill, yaitu kemampuan dalam mengorganisasikan semua faktor produksi agar mencapai tujuan;
2.      Technical skill, yaitu keahlian yang bersifat teknis dalam pelaksanaan proses produksi sehingga berjalan dengan baik;
3.      Organizational skill, yaitu keahlian dalam memimpin berbagai usaha, tidak hanya intern perusahaan yang brsifat bisnis, tetapi juga organisasi dalam bentuk lain.
3.    Hakikat Kewirausahaan
Meskipun banyak definisi mengenai kewirausahaan akan tetapi pada umumnya memiliki hakikat yang hampir sama yaitu merujuk pada sifat, watak, dan ciri-ciri yang melekat pada seseorang yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh.
4.    Karakteristik dan Nilai-Nilai Kewirausahaan. Ada sepuluh karakteristik kewirausahaan, yaitu:
a.    Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
b.    Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil.
c.    Selalu menghendaki umpan baik yang segera
d.   Memiliki semangat bekerja keras
e.    Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan.
f.     Memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
g.    Lebih menghargai prestasi daripada uang.
h.    Selalu belajar dari kegagalan.
i.      Kemampuan dalam kepemimpinan.
j.      Memiliki dorongan untuk selalu unggul.
5      Beberapa Nilai Hakiki Penting dari Kewirausahaan Antara Lain:
a.    Percaya diri
b.    Berorientasi tugas dan hasil.
c.     Keberanian mengambil resiko
d.   Kepemimpinan
e.    Berorientasi ke masa depan, keorisinilan, kreativitas, dan inovasi.
6.    Seorang Wirausahaan Memiliki Beberapa Ciri Kepribadian Sebagai Berikut :
a.    Mengetahui target sasaran yang diinginkan.
b.    Mempunyai daya ingat yang baik
c.    Tenang dalam beraksi.
d.   Optimisme dalam berusaha.
e.    Diplomatis dalam berbicara.
f.     Tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
g.    Bersikap ramah dan sopan.
h.    Bersikap tegas.
i.      Berpengetahuan luas.


7.    Wirausaha yang Memiliki Motif Berprestasi Tinggi pada Umumnya Memiliki Ciri-Ciri Sebagai Berikut:
a.       Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
b.      Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.
c.       Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.
d.      Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.
e.       Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang.



MATERI II
Proses Kewirausahaan
1.    Faktor-Faktor Pemicu Kewirausahaan
Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor itu adalah hak kepemilikan, kemampuan, kompetensi, dan intensif. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan yang berkaitan dengan kemampuan afektif dan kemampuan kognitif.
2.    Model Proses Kewirausahaan
Proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Secara internal inovasi dipengaruhi oleh faktor individu seperti toleransi, nilai-nilai, pendidikan, dan pengalaman. Sedangkan secara eksternal dipengaruhi oleh pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan, dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk kreativitas, inovasi, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi wirausaha yang besar.
3.    Faktor-Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha
a.    Faktor-Faktor Penyebab Keberhasilan antara lain:
1)      Memiliki kepercayaan dan pengendalian diri
2)      Selalu mencari aktivitas
3)      Mengelola pekerjaan berdasarkan tujuan
4)      Menganalisa kesempatan dan berusaha menjadi pemikir yang kreatif dan obyektif
5)      Mampu memecahkan persoalan
b.    Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Wirausaha antara lain:
1)      Kurang pengalaman manajemen
2)      Kurang mampu membuat perencanaan keuangan
3)      Kurang mampu menganalisa lokasi
4)      Bersifat boros
5)      Kurang bersedia berkorban
4.    Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha
a.       Keuntungan kewirausahaan antara lain :
1)      Otonomi yakni pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan.
2)      Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi.
3)      Kontrol finansial yakni bebas dalam mengelola keuangan dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri.
b.      Kerugian kewirausahaan antara lain:
1)      Pengorbanan personal
2)      Beban tanggung jawab
3)      Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal.

MATERI III
A.  Profil Wirausaha
1.    Kewirausahaan Rutin (Wirt) => Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional, bukan penyusunan dan pengalo-kasian sumber-sumber. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang, pasar, dan teknologi.
2.    Kewirausahaan Arbitase => Kegiatan kewirausahaan ini tidak perlu melibatkan pembuatan barang dan tidak perlu menyerap dana pribadi wirausaha, kegiatan-nya adalah spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli.
3.    Kewirausahaan Inovatif => Wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda, ia merupakan promotor, tidak saja dalam memperkenalkan teknik dan produk baru, tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan (pembekalan), peningkatan teknik manajemen, dan metode distribusi baru.
Sedangkan Zimmerer (1996) mengelompokkan profil wirausaha sebagai berikut :
1.    Part-time entrepreneur yaitu wirausaha yang hanya setengah waktu melakukan usaha , biasanya sebagai hobi. Kegiatan usahanya hanya bersifat sampingan.
2.    Home-based new ventures yaitu usaha yang dirintis dari rumah / tempat tinggal.
3.    Family-owned business yaitu usaha yang dilakukan / dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun-temurun.
4.    Copreneurs yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usahanya bersama-sama.
Wirausaha memiliki 2 fungsi yaitu fungsi makro dan fungsi mikro. Secara makro, wirausaha berfungsi sebagai penggerak , pengendali , dan pemacu perekonomian suatu bangsa. Sedangkan secara mikro , wirausaha adalah penanggung resiko dalam ketidakpastian , pengombinasi sumber – sumber dan pencipta nilai tambah.sebagai innovator, wirausaha berperan dalam menciptakan produk, ide-ide dan organisasi usaha baru



MATERI IV
IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN
A.  Ide Kewirausahaan
Ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang mungkin terjadi. Ada tiga risiko yang dapat dievaluasi, yaitu ;
1.    Risiko Pasar Atau Risiko Persaingan => terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar.
2.    Risiko Finansial => terjadi akibat rendahnya hasil penjual dan tingginya biaya.
3.    Risiko teknik =>  terjadi akibat adanya kegagalan teknik.
Hasil dari ide-ide secara keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk atau kreasi baru tentang barang yang dihasilkan. Banyak wirausaha yang bukan atas ide sendiri tetapi hasil pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain dan bisa menjadi peluang.
B.  Sumber-Sumber Potensial Peluang
Agar ide-ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap pelu-ang secara terus menerus. Proses penjaringan ide (skrining) merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Adapun langkah dalam penjaringan ide dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1.    Menciptakan Produk Baru dan Berbeda
a.    Permintaan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan 
b.    Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang dan jasa.
2.    Mengamati Pintu Peluang
3.    Analisis Produk dan Proses Produksi
4.    Menaksir Biaya Awal
5.    Memperhitungkan Risiko
a.    Risiko Pesaing
1)   Kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang dikembangkan pesaing ?
2)   Tingkat keberhasilan apa yang telah dicapai oleh pesaing dalam pengem-bangan produknya ?
3)   Seberapa jauh dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang diperkenalkannya ?
4)   Apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan-serangan pesaing ?
b.    Risiko Teknik
c.    Risiko Finansial => Risiko yang timbul sebagai akibat ketidakcukupan finansial baik dalam phase pengembangan produk baru maupun dalam menciptakan dan mempertahankan perusahaan dalam memberikan dukungan biaya produk baru. Analisis kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman atau swot (strenght, weaks, opportunity, and threat) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan perusahaan baru.




MATERI V
Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya
A.  Merintis Usaha Baru
Ada dua jenis pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk
mencari peluang dengan mendirikan usaha baru, yaitu :
1.    Pendekatan “inside-out” atau “idea generation”
2.    Pendekatan “the out-side in” atau “oppurtunity recognition”
Anda
Ide
Proses Bisinis
                                                                        +
Uang Kredit + Fasilitas Orang
Barang +
Jasa
 

Pasar
Uang
                                                                        +                                                                     
Profit

+

1.    Hal yang Harus Diperhatikan dalam Merintis Usaha Baru
a.       Bidang dan jasa usaha baru.
b.      Bentuk usaha dan bentuk pemilikan yang akan dipilih.
c.       Tempat usaha yang dipilih.
d.      Organisasi usaha yang akan digunakan.
e.       Lingkungan usaha yang akan berpengaruh.
2.    Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki


a.    Bidang usaha pertanian.
b.    Bidang usaha pertambangan.
c.    Bidang usaha pabrikasi
d.   Bidang usaha konstruksi
e.    Bidang usaha perdagangan
f.     Bidang usaha jasa keuangan
g.    Bidang usaha perorangan
h.    Bidang jasa-jasa umum
i.      Bidang jasa wisata


3.    Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan di Pilih
a.    Perusahan perorangan
b.    Persekutuan
c.    Perseroan
d.   Firma
4.    Tempat Usaha yang akan Dipilih. Untuk menentukan lokasi usaha ada beberapa alternatif yang bisa kita pilih, yaitu:
a.    Membangun bila ada tempat yang strategis
b.    Membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan.
c.    Kerjasama bagi hasul, bila memungkinkan.
5.    Lingkungan Usaha
a.    Lingkungan Mikro, yaitu lingkungan yang berkaitan langsung dengan operasional perusahaan
b.    Lingkungan Makro, yaitu lingkungan luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan.
6.    Hambatan-Hambatan dalam Memasuki Industri
a.    Sikap dan kebiasaan pelanggan
b.    Biaya perubahan
c.    Respons dari pesaing.

7.    Profil Usaha dan Model Pengembangannya. Dalam UU No. 9/1995 pasa 5 tentang usaha kecil disebutkan beberapa kriteria usaha kecil sebagai berikut, Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,-. Dan memiliki hasil penjualan tahuan paling banyak Rp. 1.000.000.000,-./

Tidak ada komentar:

Posting Komentar