ISI BUKU
Kewirausahaan (Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda).
Suharyadi, dkk. Jakarta: Salemba Empat. 2017
Perencanaan Usaha
Langkah pertama untuk melakukan kewirausahaan adalah
memilki ide, setelah ide itu muncul maka kita dapat memulai melakukannya, yang
harus dilakukan selanjutnya adalah membuat perencanaan. Hal ini berguna sebagai persiapan awal
yang mana memiliki dua fungsi yaitu: sebagai pedoman untuk mencapai
keberhasilan manajemen usaha dan sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan
permodalan yang bersumber dari luar. Pengertian dari perencanaan usaha adalah
suatu cetak biru tertulis berisikan misi, usulan, operasional, rincian
financial, strategi, peluang usaha yang mungkin diraih dankemampuanserta
keterampilan pengelolaanya. Menurut Zimmerer (1993: 331) ada beberapa unsur
yang harus ada dalam perencanaan usaha, yaitu:
1.
Ringkasan
pelaksanaan
2.
Profil
usaha
3.
Strategi
usaha
4.
Produk
dan jasa strategi pemasaran
5.
Analisis
Pesaing
6.
Ringkasan
karyawan dan pemilik
7.
Rencana
operasional
8.
Rencana
operasional
9.
Data
financial
10. Proposal atau usulan
pinjaman
11. Jadwal operasional
Setelah membuat
ringkasan eksekutif, langkah berikutnya adalah menentukan misi usaha yang
mengambarkan maksud-maksud usaha dan filosofi manajemen perusahaan. Selain itu
diperlukan membuat format rinkasan eksekutif seorang calon pengusaha juga harus
membuat usulan atau proposal usaha. Usulan usaha dimaksudkan untuk mengajukan
dana kepada penyandang dana, seperti investor, banker, dan lembaga keuangan
lainnya yang siap membantu perusahaan. Beberapa
aspek yang biasanya dimuat dalam proposal usaha meliputi:
1.
Manajemen
usaha
2.
Pemasaran
3.
Produksi/
operasional
4.
Keuangan
perusahaan.
Adapun fungsi
perencanaan usaha
1.
Sebagai pedoman untuk mencapai
keberhasilan manajemen usaha
2.
Sebagai alat untuk memajukan
kebutuhan permodalan
B.
Pengelolaan Keuangan
1.
Aspek sumber dana
Sumber-sumber
keuangan perusahaan ditinjau dari asalnya, sumbeer dana perusahaan dapat dibagi
menjadi dua golonngan yaitu:
a.
Pembelanjaan
internal.
Pembejaan internal adalah dana yang berasal
dari perusahaan. Penggunaan dana ini merupakan cara yang paling mudah dilakukan
untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan sebab tinggal mengambil dana yang
sudah tersedia di perusahaan. Oleh karena sumber dana interen biasanya sangat
terbatas, maka dalam pengunaannya harus
diperhatikan tentang biaya kesempatan (opportunity cost), yaitu peluang yang
hilang akibat penggunaan lain atau penerimaan yang seharusnya diterima tetapi
hilang akibat pengunaan sumber-sumber tersebut dalam operasi perusahaan.
misalnya: bunga dana milik sendiri atau sewa gedung milik sendiri yang
seharusnya diterima hilang akibat dana atau gedung tersebut digunakan dalam
perusahaan. Bunga atau sewa yang seharusnya diterima oleh pemiliknya tersebut
seharusnya dihitung sebagai biaya perusahaan.
b.
Pembelanjaan
Eksternal
Pembelanjaan eksternal adalah dana yang
berasal dari luar perusahaan. Sumber dana eksternal mencakup:
·
Dana
dari pemilik atau penyertaan. Dalam perusahaan harus adanya pemisah yang tegas
antara dana milik pribadi atau pembelanjaan sendiri (misalnya saham) dengan milik perusahaan.
·
Dana yang berasal dari utang pinjaman baik jangka pendek
maupun jangka panjang atau disebut pembelanjaan asing. sumber dana eksternal diantaranya kredit jangka pendek (kredit rekening koran, kredit penjual,/pembeli, askep) dan
kredit jangka panjang (hipotik, obligasi, kredit
bank, dan kredit dari negara lain).
·
Dana
bantuan program pemerintah pusat dan daerah.
·
Dana
dari teman atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya.
·
Dana
ventura, yaitu dana dari perusahaan yang ingin menginvestasikan dananya pada
perusahaan kecil yang memiliki potensi.
2.
Aspek
Rencana dan Penggunaan dana.
Ada
bebebrapa aspek yang harus diperhatikan dalam merancang penggunaan biaya:
·
Biaya
awal
·
Proyeksi/
rancangan keuangan, yang mencakup: Neraca harian (balance sheet), laporan laba
Rugi (Income statements), laporan Arus kas (Cash flow statements).
·
Analisis
pulang pokok (Break-Even Analysis), biaya awal (start-up cost) adalah biaya
yang diperlukan ketika perusahan akan berdiri. biaya awal perusahaan yang baru
berdiri pada umumnya meliputi:
· Biaya awal yang tidak terduga (unik)
· Biaya
administrasi (gaji karyawan
dan peralatan kantor)
· Biaya (sewa) bangunan
· Biaya asuransi
·
Biaya
tambahan atau biaya secara
umum.
3.
Perencanaan keuangan dan penggunaan
dana
Perencanaan penetapan jumlah dana untuk kegiatan marketing sangat
mempengaruhi keberhasilan pemasaran. Pada umumnya bila dana bertambah untuk
kegiatan marketing maka jumlah penjualan meningkat. Namun tidak selalu
demikian, bahwa peningkatan dana kegiatan marketing tidak otomatis akan
meningkatkan jumlah penjualan. Berapa besarnya jumlah anggaran belanja marketing,
sangat tergantung pada barang yang dipasarkan, dan sesuai pula dengan
pengalaman pengusaha.
C.
Strategi dan Perencanaan
Pemasaran
Strategi adalah suatu peta taktik dan tindakan yang
disusun oleh seorang wirausaha untuk memenuhi nilai misi, cita-cita dan tujuan
perusahaan. Dengan
kata lain, misi , cita-cita dan tujuan menyatakan sebuah tujuan yang hendak
dicapai , sedangkan strategi adalah proses mencapai tujuan tersebut. Stirategi
adalah rencana besar mencakup semua semua bagian utama dan menggabungkannya
sebagai suatu kesatuan. Rencana harus berorientasi pada tindakan, yaitu, harus menghembuskan nafas kehidupan
kedalam keseluruhan organisasi.
Pemasaran
merupakan suatu kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (Probe),
Menghasilkan barang atau jasa (Product), Menetukan harga (Price),
Mendistribusikan barang dan jasa (Place), kemudian
mempromosikan
(Promotion) barang dan jasa tersebut. Prinsip dasar pemasaran adalah
menciptakan hasil bagi pelanggan, keunggulan bersaing dan focus
pemasaran.kemudian mempelajari dan melatih bagaimana barang dan jasa yang
dihasilkan itu didistribusikan atau dipasarkan.dari hal tersebut maka kita
kaitkan tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan
disukai,dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen.ini berarti, perhatian kita dalam
pemasaran haruslah diawali dengan riset pemasaran,yaitu untuk meneliti
kebutuhan dan keinginan konsumen.sesuai dengan tujuan pemasaran,maka inti
pemasaran adalah penciptaan nilai yang lebih tinggi bagi konsumen dari pada nilai
yang diciptaan oleh pihak pesaing.strategi usaha yang cocok dengan konsep
tersebut.
Strategi pemasaran adalah meilih
dan menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin
dicapai oleh perusahaan dan menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan
yang dapat memuaskan pasar sasaran tersebut.
Strategi pemasaran dalam
kewirausahaan yang baik adalah dengan memperhatikan kebutuhan serta keinginan
konsumen, bukan sekedar menjual barang dan jasa yang bisa diproduksi. Strategi pemasaran tidak
mengutamakan mencari laba sebanyak-banyaknya. Tetapi bagaimana memproduksikan
barang yang diproduksi oleh kita menarik para konsumen dan menggunakan produk
yang dibuat oleh kita.
Ada
beberapa langkah dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru, yaitu:
1.
Penentuan
kebutuhan dan keinginan konsumen (penelitian atau Riset pemasaran)
2.
Memilih
pasar sasaran khusus (pasar individual, khusus, segmentasi pasar)
3.
Menempatkan
strategi pemasaran dalam persaingan
4.
Pemilihan
strategi pemasaran.
Oleh sebab itu, menurut Zimmerer
(1996:117), bagi usaha baru sangatlah cocok untuk menerapkan sstrategi market
driven (dorongan pasar). Strategi ini dibangun pada fondasi
berikut
1.
Kualitas
Produk adalah merupakan titik sentral dari kegiatan
marketing, jika marketing tidak diikuti oleh produk yang bermutu dan disenangi
oleh konsumen maka kegiatan marketing mix ini tidak akan berhasil. Oleh sebab
itu perlu diteliti produk apa yang akan dipasarkan bagaimana selera konsumen
masa kini perlu mendapat perhatian yang serius.
Agar
berhasil dalam persainangan global sangatlah penting bagi perusahaan untuk
mmeperhatikan kulitas barang dan jasa serta pelayanan. Perbaikan kualitas
tersebut terangkum dalam (Total Quality Managenent/ TQM). Menurut Zimmerer
(1996) ada lima komponen kualitas yang secara berurutan perlu diperhatikan,
yaitu:
a.
Ketepatan (Realibity), yaitu rat-rat kelalaian atau pengabaian.
b.
Daya tahan (Durability), yaitu berapa lama barang dan
jasa tersebut dapat dipakai/ bertahan.
c.
Mudah digunakan (easy of use), yaitu barang dan jasa
tersebut harus mudah untuk digunakan.
d.
Nama merek yang terkenal dan dipercaya (Known and trusted
brand name).
e.
Harga yang relative murah.
2.
Kenyamanan
Kenyamanan untuk memberikan pelayanan yang memyenangkan harus diperhatikan hal-hal berikut
a.
lokasi
usaha harus dekat dengan pelanggan
b.
berikan
kemudahan-kemudahan kepada pelanggan
c.
tentukan jam
kerja yang menyenagkan bagi pelanggan
d.
tetapkan apakah barang perlu diantar
atau tidak
e.
Berikan
kemudahan dengan menggunakan cara kredit
f.
Latihlah
karyawan untuk dapat melakukan transaksi yang cepat, tepat dan sopan
3.
Inovasi
Inovasi merupakan kunci keberhasilan
bagi usaha baru. Perubahan pasar yang sangat cepat dan persaingan yang kompleks
menuntut inovasi yang terus menerus, hal itu akan menjadi kekuatan bagi wirausahawan
dalam meraih sukses usahanya. Beberapa bentuk inovasi yang lazim dan
terkenal ialah dalam bentuk:
a. Produk baru
b. Perbedaan teknik/ cara dan
c. Pendekatan baru dalam memperkenalkannya
4.
Kecepatan
Kecepatan merupakan kekuatan dalam
persainagn. Dengan kecepatan berarti mengurangi biaya, meningkatkan kualitas,
dan memenuhi permintaan pasar. Secara filosofis, kecepatan disebut Time
Commpression Mangement (TCM). yang memiliki dua aspek, yaitu:
a. Mempercepat produk baru ke pasar,dan
b. Memperpendek waktu dalam merespon
permintaan pelanggan, baik dalam memproses produk maupun dalam mendistribusikan
atau menyampaikannya
5.
Pelayanan dan kepuasan pelanggan
Pada saat ini perusahaan saling bersaing
memperebutkan para pelanggan. Dalam situasi Buyer market (pembeli menjadi
raja), perusahaan harus berjuang untuk mencari dan memelihara langganannya.
Untuk memelihara langganan maka tentu saja
langganan harus memperoleh kepuasan melalui nilailebih yang diterimanya
dibandingakan dengan uanag yang dia keluarkan untuk memperoleh sesuatu barang. Artinya kepuasan adalah
rasa senang, lega, atau kecewa pelanggan yang membandingkan kesannya terhadap
produk atau jasa yang dia beli dihubungkan dengan manfaat yang dia harapkan.
Untuk menjaga kepuasan pelanggan tersebut
meka perusahaan mencoba melakukan apa yang disebut dengan integrated marketing
(pemasaran terpadu). Philip Kotler, (1997:23) menyatakan bahwa : When all the
company’s departmen work together to serve the customer’s interests, the result
is integrated marketing. Jadi integrated marketing ini berarti suatu
keterpaduan diantara para karyawan secara bersama-sama ,memberikan pelayanan
yang memuaskan kepada konsumen. Oleh sebabitu, seorang pemimpin perusahaan
(seorang wirausaha) harus membanahi, mendidik para karyawannya agar semuanya
mempunyai arah, sikap, sasaran untuk memuaskan konsumen.
6.
Berorientasi pada pelanggan
Berorientasi pada konsumen dalam
pemasaran yaitu orientasi itu tentunya kepada kepuasan pelanggan dengan
prinsip-prinsip pokok sebagai berikut:
a.
Bila ada pelanggan kurang puas, penuhilah secepat mungkin kekurangan tersebut,
b.
Doronglah
pelanggan untuk mengajukkan keluhan bila kurang memuaskan.
c.
Pintalah umpan balik (feed back) dari karayawan tentang upaya
perbaikan pelayanan yang harus
diberikan kepada pelanggan.
d.
Buatlah komitmen untuk membuat pelayanan
terbaik kepada konsumen.
e.
Izinkan manajer untuk menunggu pelanggan temporer
f.
Hati-hati dalam memilih dan melatih seseorang yang akan berhubungan dengan pelanggan.
g.
Kembangkan pelayanan bagi karyawan sehingga komunikasi betul-betul mengarah
pada pelanggan
h. Berikan insentif kepada karyawan yang
betul-betul memberikan pelayanan yang istimewa
kepada pelanggan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar