NASKAH DRAMA
Oleh: Raden Nurhayati
12 November 2018, Dalam Rangka lomba drama pada Unjuk Kompetensi
Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Pontianak.
Drama ini bercerita tentang tipe-tipe mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN
Pontianak. Karena di dalam Ma’had ini terdapat berbagai macam tipe-tipe
mahasantri, maka kita akan dapat menemukan tipe mahasantri yang rajin hingga
mahasantri yang paling pemalas semuanya akan ada. Tipe-tipe mahasantri ini akan
dijabarkan dalam scene-scene yang ada dalam naskah drama ini.
Scene 1
Pada
scene ini, ada tipe mahasantri yang pekerja keras dan mahasantri yang suka
mengeluh jika ada masalah atau ada tugas yang dianggap banyak olehnya, ada juga
mahasantri yang setiap malamya selalu melakukan Vidio Call dengan pacarnya
hingga larut malam dan akhirnya tidak bangun saat shalat shubuh.
Wiwin:
Lagi apa sri ?
Sri:
Lagi mengerjakan tugas resume, besok harus dikumpulkann nih
Elma:
hmmm. Kayaknya tugasmu banyak banget ya
Sri:
iya nih, resumenya harus 100 lembar. Kasian jariku ini, sampai keriting nih
Wiwin
+ Elma : hah ???? seratus lembar ??? (terkejut)
Wiwin
: ya udah, ana mau menghubungi pacarku aja
Elma:
aku juga mau menghubungi mamaku, Halo, assalamu’alaikum. Ma...apa kabar ? Iya,
elma baik-baik aja. Tapi ma, lagi banyak tugas.
Wiwin:
(sedang mencari-cari sinyal) kok ga ada jaringan ya ?
Sri:
kamu ga ada kuota kali ?
Wiwin:
ada kok, Nah, sekarang baru bisa. “hallo sayang”, “lagi apa ?” “iya, aku
udah makan”
Elma:
itu lah ma, dosen ngasih banyak banget tugas
Sri:
ga usah ngeluh elma, aku ngeresum sampai 100 lembar aja ga ngeluh
Scene 2
Pada scene ini, ada tipe mahasantri yang ‘alim, mahasantri yang hobbinya
berbelanja online dan ada juga yang hobbinya menonton drama korea.
Pada scene, Maemunah sedang murajaah hapalan, tiara sedang menonton
drama korea kesukaannya. Sedangkan vira sedang main hape, dia sedang
memilih-milih baju untuk dia beli, vira sangat senang berbelanja online.
Maemunah:
(membaca surah al-kahfi)
Tiara:
(tertawa-tawa sendiri) mae... mae,,,, sini deh .. coba lihat ! Cowok di drama
ini ganteng banget tau...
Maemunah:
mana ? astargfirullah..... mengapa sih kamu suka sekali menonton drama
korea yang ga ada manfaatnya begitu ?
Tiara:
hmmm,,,, ganteng lah mae, betah kalo diliat lama-lama.. (tertawa)
Vira:
mae... mae.. sini deh... Coba lihat baju-baju ini, bagus ya ? kita pesan
sama-sama yuk, agar kita dapat gratis ongkir.
Maemunah:
mana ? astargfirullah... Maaf, vira aku ga berani menghabiskan uang orang
tua aku.
Maemunah
kembali membaca Al-Qur’an, tetapi lagi-lagi temannya mengganggunya.
Tiara:
ya ampun. Mae... Sini !! lihat adegan ini, mereka memang pasangan yang
serasi dan romantis
Vira:
ayo lah mae, bajunya ga mahal kok, Cuma 200 ribu kok... ayo lah mae... ayo
lah mae
maemunah:
aduh, kalian berdua ini...ayo, kita tidur, sekarang sudah larut malam, nanti
kalian berdua ga bangun shalat shubuh.
Scene 3
Pada scene ini, ada tipe mahasantri yang pemalas dan suka
jalan-jalan ke luar (hang out), mahasantri yang gemar membaca buku dan
rajin.
Lailatul fitri dan bulqis sedang makan kue snack dan minum minuman
ringan, merekaa berdua suka sekali jalan-jalan dan makan akan tetapi mereka
tidak mau bersih-bersih kamar. sedangkan Nur sedang mebaca buku, Nur selalu
menjadi korban dari fitri dan bulqis jika mereka selalu meninggalkan kamar
dalam keadaan berantakan, maka Nur yang selalu membersihkannya.
Fitri:
kue ini enak ya.....
Bulqis:
Iya, air ini juga enak...
Fitri:
eh, coba lihat !!! foto cewek di Instagram ini keren banget ya. Tempatnya
bagus. Ada dinosourusnya lagi.
Bulqis:
mana ? oh, iya... keren banget
Fitri:
pergi kesana juga yuk, tapi tempatnya dimana ya ?
Bulqis:
oh, aku tau. Ini di transmart kuburaya lho fit, masa kamu ga tau.
Fitri:
ayo lah, kita pergi sekarang !!
Bulqis:
sekarang ?
Fitri:
iya lah, masa tahun depan...
Nur
jannah: eh, kalian mau kemana ? bersihkan bekas makanan kalian itu dulu,
!! Baru pergi, jangan main pergi-pergi gitu aja
Fitri:
nanti aja ya nur,,,
Bulqis:
kami pergi dulu, dadadda
Nurjannah:
aduh, mereka bisanya Cuma makan, tidak mau membersihkannya lagi. Kenapa
selalu aku ? ini lah kondisi gadis jaman now (sambil menyapu)
Scene 4
Lia adalah
seorang kakak tingkat yang menjadi asisten ustadzah di Ma’had. Setiap pagi ia
mengawasi para mahasantri piket membersihkan selasar depan kamar-kamar yang ada
di Ma’had. Pada scene ini, ada tipe mahasantri yang pemalas piket dan rajin
piket.
Lia
: siapa yang piket hari ini ? (sambil
melihat di daftar piket yang ada ditempel di dinding) oh, dewi kartini,
fitriyatul fatonah, dan liftahul jannah... ayo, dewi, fitri, jannah kalian hari ini
piket. (Lia memanggil nama-nama yang piket hari itu, dan membagi tugas
kepada para mahasantri)
Dewi
Sapukan lantai ini ya !! jannah dan fitri ngepel lantai ini bergantian.
Dewi:
iya kak, tetapi tunggu sebentar. Saya ganti baju terlebih dahulu
Lia: baik
Jannah:Kak, maaf, ... saya ga bisa piket hari ini
(meminta izin sambil ketakutan)
Lia : mengapa ?
Jannah: karena saya mau ke kampus jam tujuh pagi
Lia: bisa kok. Sekarang masih pukul 6 pagi kok,
piket menghabiskan waktu sampai 1 jam
kok. Jadi, setelah itu kamu bisa lansung ke kampus
Jannah: (sambil menggaruk kepalanya) iya deh kak
(Lia
melihat ke arah Fitri dan melihat kondisi Fitri yang terlihat lemah serta
mukanya pucat)
Lia: ada apa dengan mu ? mengapa
mukamu pucat ?
Fitri: saya sakit kak, maaf saya
hari ini ga bisa piket. Tetapi saya akan piket jika saya sudah sembuh nanti,
untuk mengganti hari ini
Lia: baiklah, istirahatlah dan
jangan lupa minum obat. Semoga kamu cepat sembuh ya.
Fitri: terima kasih kak
Lia: ya
sudah, kalian berdua saya yang piket hari ini
Dewi + jannah: iya kak
Scene 5
Pada
scene ini, ada tipe mahasantri yang pelit harta dan tenaga, serta ada tipe mahasantri
yang sangat baik hatinya.
Mirna, ardila, dan miatun selesai makan ketika mau
minum ternyata air yang mereka punya hanya tinggal segelas. Sehingga mereka
berniat untuk membeli air galon lagi.
Mirna: air minum sudah habis nih
Ardila: ya udah, beli lagi aja. Gitu aja kok repot
Miatun: iya, ayo patungan. Karena harga air
segalonnya 8 ribu, jadi kita patungan 3
ribu/ orang saja
Mirna: aku pesan ke penjual galonnya dulu ya, .... nih udah aku pesan
Miatun: mana uang kalian ?
Ardila: ini, satu... dua... tiga.... 3 ribu saja
kan ?
Miatun: iya, uangmu mana mirna ?
(Mirna mengambil dompetnya dari tas, dan melihat isi
dompetnya, tapi ia punya niat untuk berbohong untuk tidak ikut patungan padahal
uangnya masih ada, bahkan masih banyak. Tetapi dia tidak mau patungan)
Mirna: uangku habis, lagian aku yang mengirim pesan
ke penjualnya.
Miatun: oh, ya udah. Biar aku dan ardila saya yang
patungan. (Miatun meminta uang kembali kepada Ardila) Ardila uangmu
kurang, seribu lagi adi 4 ribu/ orang kita patungan
Ardila: nih, 4 ribu doang
Setelah penjual galonnya datang, Miatun mengajak
teman-temannya untuk mengambil galon di lantai bawah, akan tetapi semua
temannya tidak mau dengan alasan yang berbeda-beda.
Miatun: yuk kita ke bawah, mengambil galonnya.
Mirna: aku capek
Ardila: aku juga capek. Aku baru pulang kuliah,
kamu tidak lihat ?
Miatun: ya
udah, biar aku sendiri saja
Di Lantai Dasar
Penjual galon: mana nih yang mau beli galon ?
Miatun pun datang dengan membawa galon kosong yang
akan ditukar dengan galon yang ada isinya.
Penjual galon: hey. Hey, hey.....
Miatun: iya
Penjual galon: hey tayo... hey tayo... hehehe...
Miatun terlihat kesal, dan segera menyerahkan galon
kosong agar ditukar dengan galon yang baru
Teman penjual galon: mana uang nya ? uang....uang
,....
Miatun: ini, harganya 8 ribu kan...
Teman penjual galon: satu, dua, tiga, delapan... ok
uangnya cukup...
Penjual galon: terima kasih
Miatun: iya, sama-sama
Miatun pun mengangkat galon ke atas sampai ke lantai 5
sendiri.
Scene 6
Para mahasantri Ma’had wajib shalat shubuh
di masjid berjama’ah. Saat shalat shubuh, ustadzah menjadi imam shalat shubuh,
dan setelah selesai shalat para mahasantri saling bersalaman dengan ustadzah
juga bersalaman satu dengan yang lainnya,
mahasantri juga akan diabsen kehadirannya oleh kak Lia
Lia: dimana fitriyatul fatonah, mengapa dia tidak
shalat?
Dewi: dia masih sakit kak.
Lia: kalo tiara dan wiwin ini kemana ?
Maemunah: tadi saya sudah membangunkan tiara kak,
tapi dia tidak mau bangun
Sri: wiwin juga sama kak, dia masih tidur di kamar
Scene 7
Setelah shalat shubuh mahasantri akan belajar pagi,
pada belajar pagi mahasantri belajar bahasa arab dan bahasa inggris seperti
biasanya di Aula Ma’had. Saat belajar pagi ini, Mahasantri belajar bahasa arab.
Khajizah: assalamu’alaikum Wr Wb
Mahasantri: Wa’alaikumsalam Wr Wb
Khajizah: selamat pagi. Apa kabar kalian semua
?
Mahasantri: selamat pagi juga ustadzah,
alhamdulillah kami sehat, Bagaimana dengan ustadzah, apa kabar ?
Ustadzah: alhamdulillah, saya baik-baik saja. Baik,
mari kita mulai pelajaran hari ini dengan membaca basmalah. (setelah Ustadzah
membuka pelajaran, maka Ustadzah akan mengebsen kehadiran para mahasantri) Siapa
yang tidak hadir hari ini ?
Lia: fitriyatul fatonah, wiwin kurniawati, dan
tiara audelia ustadzah
Ustadzah: mengapa mereka tidak bisa hadir ?
Sri: wiwin masih tidur ustadzah
Ustadzah: astargfirullah
Vira: tiara juga ustadzah, dia masih tidur
Ustadzah: astargfirullah,
Dewi: fitriyatul fatonah sakit ustadzah
Ustadzah: oh, semoga fitri cepat sembuh ya
Hari ini kita belajar tentang “Kalam”. Kalam adalah
bla....bla...bla
Apakah kalian faham ?
Mahasantri: iya, kami faham
Ustadzah: ada pertanyaan ?
Mahasantri: tidak ada pertanyaan ustadzah.
Ustadzah: ya sudah, cukup untuk hari ini. Sampai
jumpa minggu depan. Mari kita tutup pertemuan kita dengan membaca “Hamdalah”.
Mahasantri: alhamdulillah
Ustadzah: sampai jumpa minggu depan
Scene 8 (terakhir J )
Pada malam kamis, mahasantri biasanya akan ada
perkumpulan bersama ustadzah setelah shalat magrib. Pertemuan ini membahas
anak-anak yang bermasalah, seperti malas shalat, malas piket, malas
bersih-bersih kamar sendiri dan lain-lain.
Ustadzah: assalamu’alaikum. Mari kita buka
pertemuan dengan membaca “Basmallah”
Mahasantri: Bismillah
Ustadzah: bagaimana kak muharrikah, siapa-siapa
saja yang dapat hukuman minggu ini ?
Lia: wiwin kurniawati dan tiara audelia, ustadzah.
Mereka sering tidak shalat berjamaah.
Ustadzah: ada lagi masalah yang lain ?
Nur Jannah: ada ustadzah, teman kamar saya malas.
Mereka tidak mau membersikan kamar bersama-sama
Ustadzah: ada lagi ?
Miatun: ada Ustadzah, teman kamar saya tidak adil
patungan dalam biaya makan sehari-hari
Ustadzah: “Jadi, bagi yang ada melanggar peraturan,
saya beri hukuman untuk menghapal surah Al-Kahfi ayat 1-5. Ok”
Pada perkumpulan ini Ustadzah selalu memberi nasehat
kepada seluruh mahasantri. Agar mahasantri yang membuat kesalahan tahu akan
kesalahan mereka, dan mereka bisa berubah setelah diberi nasehat oleh Ustadzah
“Baiklah, ustadzah di sini ingin memberi nasihat
kepada semua mahasantri, tanpa terkecuali. Jika kalian tinggal di pesantren seperti
sekarang ini, maka kalian harus mengikuti semua kegiatan yang ada, jangan malas
belajar, malas bersih-bersih kamar, malas shalat berjamaah, dan berbuat baiklah
kepada teman kamarnya.”
“Jika kalian
semua terbiasa hidup disiplin seperti ini, maka insya Allah, kalian akan sukses.”
“Ingat, jangan malas ya !! Nanti kita akan menyesal di kemudian hari.”
“TAMAT”